Minggu, 14 Juli 2013

intan ganda hidupku....


jarum jam berdetak
oceh sang waktu bicara
sepi berganti
erang bosan merasuk
perlahan masuki
hati yang membatu
incar intinya
nan lunak rapuh
entah sampai kapan....

diri menggeliat
ancam semua tuk bergerak
varian hari dinanti
itu harus segera
namun tak begitu saja
akan berjalan dalam mudahnya....

diam dalam kebekuan
atau berjalan hadapi
neraka namun hidup....

sampai tibalah
hari-hari berselimut
emas cahaya mentari
iringi setiap mimpi
lalu bergerak nyata
apa pun yang terjadi
untuk semua semangat baru
runtuhkan segala belenggu
agar tiada sesal tanpa juang.....

cinta yang menyelamatkan
aku dari setiap rintang
namun semuanya
Tuhanlah yang jadi dasarnya
iring-iring semua liku hidup
kala susah pun senangnya
alangkah bodohnya sadarku yang lambat....

relung hati membuncah
elang terbang tinggi di angkasa
naik seiring hatiku
ajak semua turut bagi cerita
tentang hari lalu dan esok
agar lebih bermakna....

cerita ini sepenggal kisah
ingatkan diri akan tobat
ngeri atau nyaman semua terlewati
tanpa terasa berjalan begitu saja
antarkan semua hingga titik ini
kala diri duduk di sini
untuk merenungkan hidup yang penuh warna.....

1 July 2013 at 23:34

Sepak Bola: Ketika Pecah Bersatu, ketika Bersatu Pecah!

judul di atas sesungguhnya bukan cuma terjadi di sepakbola nasional, mungkin di semua lini kehidupan hal itu terjadi. saat ada permasalahan biasanya yang merasa sama akan bersatu melawan, sebaliknya saat semua aman dan tenteram hal-hal kecil dapat menyulut pertikaian.
singkat kata, hal-hal ini sebentar lagi akan jadi komoditas pemberitaan di sepakbola negeriku yang sudah “damai” bersatu.
ingat saat-saat dulu, para penguasa sepakbola negeri ini bersatu melawan pereformasi yang gagal. semua seakan satu suara. mulai dari wasit, pelatih, pemain, bintang-bintang timnas, dan tentunya para pengurus.
oke, sekarang semua perjuangan itu berhasil untuk mereka. kantor induk organisasi sudah terkuasai, dari sana kini segala aturan didengungkan.
nah, lanjutan judul saya itulah yang sedang saya nantikan. bukannya sirik, tetapi sudah hukum alam kok akan terjadi. apalagi akhir kompetisi sudah mulai dekat.
mari kita lihat dengan seksama. adakah wasit yang selama ini tunduk pada para pengurus sah versi mereka bersikap jujur selamanya? akankah ada pihak-pihak yang merasa digembosi? akankah masalah gaji dan tunjangan para bintang lancar selamanya? akankah ada klub yang dikorbankan untuk jalan klub lain? akankah mereka yang terdegradasi jumawa menerima nasibnya? akankah para terhukum di komdis mematuhi pengadil?
kita tunggu saja suara-suara sumbang yang akan segera datang di masa damai ini?
entah kenapa saya merasa keluhan semasa zaman akhir rezim yang digulingkan akan terulang. siaplah mendengar lagi pengaturan skor, pembiaran pelanggaran, gaji yang diabaikan, wasit yang dizalimi, wasit yang dibeli, pemain yang dibuang, pemain yang tunggu bonus, hukuman yang diperjualbelikan, dll.
saya menunggu saja deh. pasti “wasit teladan” yang selama ini loyal itu suatu saat tersakiti, “pelatih agung” yang selama ini heboh membela itu akan meledak lagi, “pengurus” yang klubnya gagal juara padahal sudah jorjoran kumpulkan pemain timnas dan bintang-bintang asing itu akan geradakan, dan lain sebagainya.
sudahlah, sore-sore iseng aja……
01 July 2013 | 16:26

BIMA, Kamen Rider Naturalisasi!

baru saja pulang gereja, setel rcti eh baru inget hari ini pemutaran episode perdana acara “bima, satria garuda”. kemarinan lihat iklannya padahal.
terlalu kekanakankah saya, usia saya 31. kok nonton fil anak-anak? entah, namun sebagai pencinta tokusatsu jepang saya penasaran dengan film pahlawan lokal terbaru ini.
tak seperti panji atau saras yang mungkin mengadopsi superhero amerika dari dc atau marvel, dari iklan sebulan terakhir ini saya lihat bima adalah adopsi tokusatsu jepang jenis kamen rider.
tokusatsu itu bukan semata film anak di jepang sana, tapi genre film ber-spesial efek. tapi memang yang mendarah daging adalah seri serial ultra (ultraman), metal hero (gavan, jiban, atau winspector), super sentai (power ranger jepang), dan kamen rider (pasti inget satria baja hitam kan contohnya).
melihat iklannya, saya kira akan kecewa bila penampilannya kelak layaknya sinetron maksa khas masa kini. makanya saya penasaran. bila filipina pernah membuat metal hero sendiri, bagaimana indonesia yang akan punya kamen rider sendiri?
akh, saya cuma lihat setengah filmnya. tak jalas alur ceritanya, namun melihat “bandai” beriklan di tengah film maka saya tak langsung berolok-olok. akh ternyata bandai di belakang semua ini. adakah ini kerja sama model girlband jkt 48 di film? belum sempat browsing saya.
hanya saja, pengambilan gambarnya persis dengan seri kamen rider wizard dan fourze. menjadi seru bagi saya ketika latar taman monas dan gedung pertamina muncul di scane pertarungan bima yang bak film jepang dan penggunaan bahasa indonesia tanpa dubing. mulutnya pas dengan suara, hahaha….
layak tonton deh tuk komentar pertama saya. sayang para keponakan saya masih di gereja untuk sekolah minggu, jadi tak ikut nonton deh.
semoga bima punya alur yang jelas dan tak terlalu dibuat-buat. kamen rider di jepang sana alurnya kuat dan jelas loh, dan dalam 52 seri atau satu tahun pasti tamat lalu muncul penerusnya yang bisa dimunculkan bareng di versi the movie. okelah!
selamat anak indonesia, ada hero lokal baru buatmu!!
30 June 2013 | 10:20

Final Piala Konfederasi: Dua Kekuatan Terbesar Bertemu!

akhirnya final impian itu benar terjadi. brasil sang kekuatan besar sebelum era spanyol meraja bertemu dengan raja terkini.
di eranya brasil digdaya, spanyol adalah kekuatan lapis dua dunia. raul, morientes, nadal, atau guardiola sekalipun kalah cemerlang dari ronaldo, roberto carlos, bebeto, atau dunga.
namun kini kekuatan berbalik, xavi atau iniesta bahkan bukan bandingan oscar atau hernanes.
brasil si juara dekade lalu akan bertemu pemegang puncak singgasana sepakbola dunia. yang satu tuan rumah, yang lainnya juara dunia. wow, ini akan jadi ajang yang patut ditonton.
mungkin akan seru menjawab siapa pemenang laga minggu besok. namun takdir mempertemukan mereka.
siapa yang akan anda unggulkan? mungkin orang-orang seusia saya akan menjagokan brasil yang punya tenaga laten. namun anak usia kini juga mungkin masih berharap kebangkitan brasil. sementara pecandu baru sepakbola juga pasti melirik spanyol karena selain tren, jago-jago dunia juga banyak muncul dari si merah menyala.
well, akan seru pekan ini. sepertinya ini akan jadi gambaran piala dunia tahun depan.
semoga seru yang tersaji, dua tim dengan permainan tercantik dunia dapat sukses memaparkan pesonanya. yang saya khawatirkan adalah bila kedua tim menahan diri dan tampil bertahan demi pencapaian maksimal. sudahlah, mari kita jelang laga seru ini.
selamat siang!
28 June 2013 | 13:22

Berlian dalam Lumpur, Timbul atau Makin Terbenam?

ronaldo, bukan cr7, adalah fenomena bulan madu sepakbola saya. meledak di barcelona, maka aksinya menyita mata di akhir 90-an lalu.
seperti halnya argentina karena messi dan portugal karena cr7, maka brasil pun saya longok di era itu.
sayang sang fenomena terjerembab di prancis 98, namun aksinya dibayar kontan di korsel-jepang ‘02. sontak di era itu brasil jadi negara terbesar di dunia bola. jangan tanya peringkat fifa, sejak usa ‘94 brasil sudah bercokol di puncak.
kalau dijajar, nama hebat romario, bebeto, cafu, dunga, aldair, roberto carlos, rivaldo,dida, kaka, ronaldinho, dll juga akan menunjukkan siapa brasil edisi modern. walau pernah jaya di era pele, brasil memang sempat terseok hingga muncul di amerika ‘94.
***
nostalgia saya selesai, sejak jepang-korsel tim selecao mulai memudar. di jerman memang masih dijagokan, tapi setelah kembali gagal di afsel maka brasil mulai ditinggalkan bintang terang. di sekup conmebol saja brasil kalah bersaing dari uruguay. bintang brasil jua mulai memudar di eropa. mereka yang terbaik malah orang argentina, disusul portugal dan duo spanyol.
kaka tenggelam di madrid, nama-nama tombak seperti hulk atau fred juga tak menjual. playmaker semisal hernanes juga tak mentereng. hanya di barisan bek brasil muncul nama tenar seperti thiago silva, david luiz, atau dani alves (sebuah paradoks dari menterengnya pertahanan dari negara yang kita kenal bermain super menyerang). brasil pun terjerembab ke tingkat 22 di rangking fifa terbaru.
satu-satunya yang menjual nama brasil baru-baru ini adalah sebuah nama bintang prematur: neymar. tapi, nama ini belum terbukti karena baru akan masuk panggung eropa musim mendatang. ekspektasi yang terlalu tinggi dikhawatirkan malah menjadi beban sang bintang.
dan kini, ada satu lagi kans brasil mengangkat namanya lewat ajang tryout piala dunia bertajuk konfederasi. brasil sang tuan rumah sudah sampai di semifinal dengan pencapaian 100% di penyisihan. akan bagaimana si berlian dalam lumpur-brasil? akankah timbul atau makin terbenam esok?
26 June 2013 | 14:12

Bangsa Yang Lupa, Bangsa Yang Merana!

tersebutlah sebuah bangsa yang punya sebuah ajang pesta rakyat bernama “balbalan”. di ajang ini seolah semua warga bisa menumpahkan masalah hidup sejenak. pelbagai tantangan hidup sehari-hari seakan bisa diredam kala balbalan digelar di lapangan terdekat.
awalnya memang sederhana, namun karena memang mewabah ke seluruh bangsa maka banyak pihak yang mulai mengambil keuntungan di ajang ini. kala awalnya jalan berkompetisi mengeruk industri balbalan memang berjalan dalam seleksi alam. namun lama-kelamaan mulai muncul kartel-kartel untuk bersama menguasai ajang ini supaya tak ribut-ribut.
pada akhirnya ajang balbalan yang bak aksi gladiator di negeri nun jauh di mata warga jadi lebih mirip sandiwara yang dipentaskan. atur skor, atur juara, atur sana-sini, akhirnya jenuh orang melihatnya. jangankan untuk aksi balbalan dalam negeri, untuk aksi melawan luar negeri juga laga nekat dijual kartel. di dalam negeri pemain, klub, pelatih, atau pengurus harus sedia bayar upeti. kala ada permasalahan, hukuman diatur kartel membela yang bayar paling besar. akhirnya kartel berubah jadi mafia. dan dari menguasai ajang balbalan, mafia berupaya tuk maju setingkat tuk menguasai seluruh negeri.
tapi akhirnya muncul usaha melawan. tak dari golongan jelata, kartel lain juga yang maju. akhirnya dengan jalan kongres, kartel baru sukses menggantikan mafia yang dibenci warga atas tingkah polah selama ini.
kartel baru pun jalankan roda baru. tapi sayang, kartel baru tak terlalu paham sepak terjang mafia selama ini. alih-alih membersihkan ajang, usaha mereka malah menyinggung para pemegang kuasa yang tak lagi kebagian jatah pemuas dahaga sebagaimana aksi mafia sebelumnya.
akhirnya kartel baru pun dipersalahkan atas ketakdaulatannya. para pemegang kuasa kembali menyembah pada mafia. mafia bermain cantik dengan mengganti wajah lewat operasi plastik.
era baru pun berlangsung. dengan wajah baru balbalan negeri dimulai lagi. walau hati, otak, dan kelakuan tetap mafia bangsa itu larut dalam lupa. seolah ada yang baru kini, padahal merana….

22 June 2013 | 13:33

Kamis, 06 Juni 2013

Ayo Lawan Belanda dengan Sedikit Garam



Diam beberapa lama ini, terus terang karena saya antipasti dengan persepakbolaan nasional dewasa ini. Tapi, kurang afdol rasanya di momen ini tak bersuara sedikitpun seperti sebelumnya.
Timnas kita akhirnya berkesempatan melawan Belanda, satu Negara yang saya kiran punya nilai tersendiri untuk dihadapi Indonesia. Kenapa, karena Negara itu jelas sebuah Negara yang secara historis pernah mengeksploitasi tenaga leluhur kita di masa lalu.
Bukan karena pelajaran sejarah (PSPB masa SD dulu) semata yang jadikan Belanda seolah begitu menjengkelkan diri seharusnya. Tapi kala saya membaca tulisan Pram di tetralogi Pulau Buru, saya seolah melihat Belanda adalah semua penguasa saat ini yang begitu korup dan hanya berwacana keadilan saja semata untuk kepentingan kaumnya. Kalau dulu Belanda bersandiwara dalam hokum atas nama kulit putih, kini penguasa negeri ini dan para pembesarnya bermain di dunia hokum untuk partai dan golongannya. Sudahlah, Belanda sudah lama berlalu.
Walau di dunia politis saya menempatkan Belanda sebagai musuh, namun di dunia lain berdimensi sepakbola saya malah tertarik atas aksi mereka. Tak hanya Belanda, entah kenapa Jepang sang ekspenjajah negeri ini juga salah satu gacoan saya.
Okelah, esok Garuda (apapun nama mereka kini) akan bermain melawan Van Persie Cs. Saya memang realistis mengharapkan “pelajaran” dari Tim Oranye itu atas Tim Merah Putih yang katanya akan jadi Tim Putih Hijau itu. Yang saya rindukan adalah aksi di lapangan. Saya menyerah atas perdebatan ini tim ISL yang lebih jago dari IPL atau sebaliknya. Saya juga tak peduli DAH atau LNM yang ada di belakang layar terjadinya laga menarik ini. Yang saya tahu timnas akan bertanding esok, dan semoga 11 orang di lapangan itu bias menunjukkan sedikit kebanggan buat Indonesia.
Entah Boas Cs akan bersemangat historis atau tidak, namun saya harap laga ini bukan hanya memperbicangkan prosesi tukar kaos di peluit akhir wasit saja. Andik Cs mungkin tak punya masalah apapun dengan Belanda, tapi (walau sedikit chauvinisme) semoga dia bisa memberi senyum buat para arek Suroboyo era 45 di alam sana. Bukannya menyebarkan aroma permusuhan di dunia olahraga, tapi tentu akan menarik bila ada garam perseteruan antarleluhur di laga eksebisi ini.
Saya yakin bila pemuda nusantara puluhan tahun lalu akan bergolak darahnya kala berkesempatan unjuk gigi atas Belanda di hadapan dunia. Jangan biarkan laga ini berlalu dengan momen santai-santai saja. Jangan kalah dengan nama besar, apalagi mental terjajah peninggalan kolonialisme.
Saya terkadang heran dengan mental anak-anak bangsa ini yang berbalut Merah Putih selama ini. Oke di hadapan Arab Saudi kita kalah mental (kata teman sekantor saya yang frontal, mental TKI dan pembantu di hadapan majikan sering muncul di laga besar), tapi di depan Irak-yang tak tahu saya apa mereka punya asisten rumah tangga dari anak negeri kita dan saya piker Negara miskin karena perang-kok mental timnas kita juga mudah tertekan. Baru berhadapan dengan Negara pengguna jasa rakyat kecil kita sudah begitu, bagaimana menghadapi tim kelas dunia semacam Belanda yang secara historis malah mngeksploitasi keringat leluhur kita di masa lalu. Jadi, pertama, seriuslah di laga ini wahai Garuda. Kedua, singkirkan takutmu dan yakinlah bahwa ada hal lebih yang positif, yang  bisa kita tunjukkan di satu sisi apapun itu.

“Ke Pancoran ke rumah Nia
Jangan lupa membeli duku
Walau Van Persie memang jago dunia
Indonesia tetap jago di hatiku”