bosan omongin bola, mau nulis tentang film akh. maaf kalau culun, memang modal dengkul kali ini.
berbekal melihat dvd bajakan smurf 2 di lapak seorang kawan (sebut saja
begitu), saya berusaha menonton film yang menurut imdb.com ada di tangga
ketiga film pekan ini. tak ke bioskop? maaf, selain lagi cekak, nonton
di rumah bersama keluarga kecilku yang sedang seru dengan bayi kami
lebih nyaman ketimbang nonton di ruang gelap besar itu tuk saat ini
(maaf tak bermaksud jelek atau sombong apapun).
okelah, kualitas gambar dan subtitles yang minim tak layak saya nilai. namun ceritanya yang saya soroti.
kisahnya smurfin (entah kenapa jadi smurfette di 2 film smurf) ternyata
ciptaan gargamel jahat. dia menyusup ke desa smurf, namun karena
kebaikan papa smurf dan sikap baiknya, smurfin telah diterima di desa
smurf dan diubah papa jadi smurf sungguhan. resep pengubah smurf itulah
yang diincar gargamel agar jadi penyihir tak terkalahkan.
smurfin pun diculiknya tuk dapat resep itu dan dibawa ke paris. para
smurf pun kembali beraksi di paris untuk penyelamatan bersama keluarga
patrick-grece yang ada di sekuel pertamanya.
well, ini memang film keluarga, maka kisah keluarga dan cinta diekspos.
pertama adalah kebingungan smurfin akan siapakah keluarga sejatinya,
penciptanya atau para smurf. kemudian kegalauan para smurf melihat
smurfin berbahagia dengan gargamel dan para naughty, apakah smurfin
layak diselamatkan atau pembelot? dan yang paling manusiawi adalah
penolakan patrick akan ayah tirinya (vicktor) yang ternyata menohoknya
di akhir cerita. kalau kisah ayah-anak kandung mungkin biasa, tapi
ayah-anak tiri dengan cinta sejati boleh jugalah.
mungkin ulasan saya kurang dalam, hanya saja saya merekomendasikan pencinta film tuk nonton, tapi kalau bisa di bioskop yah.
kelucuan dalam banyak adegan akan jadi penarik lain dalam cerita. para
smurf memang tak sejenaka para minions, tapi lumayan menggelitik kok.
belum lagi adegan seru khas holywood yang banyak tersaji.
jadi keluarga indonesia, sambutlah makhluk biru ini. lalala!
11 August 2013 | 22:0
Selasa, 13 Agustus 2013
Dengan Kulit “Bintang Semua”, Garuda Jadi Keledai di Lubang yang Sama (Catatan dari Kunjungan Chelsea)
dan selesailah sudah parade liga inggris di gbk dalam dua pekan ini.
dibuka dengan pukulan si meriam london, menggeliat di muka si merah
liverpool, dan ditutup bogem mentah dari si london biru.
yups, chelsea akhirnya jadi bermain dengan timnas. sebuah hiburan tersaji. nama besar terry, cole, essien, berpadu kekuatan muda hazard, moses, dan ramirez, plus gacoan anyar lukaku dan demba ba akhirnya mempertontonkan aksinya di hadapan 81.000 penonton yang menyesaki stadion. sebuah hiburan yang terasa getir kala skor yang terpampang adalah 1-8. skor telak itu lucunya dianggap peningkatan atas pecahnya telur timnas (walau untuk itu pun tak bisa di klaim karena hasil bunuh diri).
okelah, akhirnya kita bisa terhibur dan mengambil “pelajaran”. semoga memang ada pelajaran dari laga ini.
hanya saja saya mulai merasa bila timnas kita benar mundur kini. mengingat saya melihat aksi chelsea menghadapi thailand dan malaysia, rasanya timnas kita wajar direndahkan di level asean.
thailand hanya kalah 0-1, malaysia memang kalah 1-4, tapi meiga harus menerima 8 gol.
apa yang salah yah?
andik, idola saya, memang akhirnya ditampilkan, walau minimnya asupan umpan membuatnya tak berkembang. pemain lain yang ditampilkan memang berjuang dengan baik. nama-nama muda itu cukup bisa dihargai: bayau, kipuw, egi, bustomi, dll. namun saya menyoroti dua orang saja. pertama adalah syamsir alam yang ternyata tak lebih baik dari tibo, dijk, greg, atau boas. memang baik buat pengalamannya, namun ada yang salah dengan kulit timnas kali ini yang bertajuk “all star”. di mana kebintangannya pemain antah-berantah ini? yang kedua adalah mister tampol hamka, kebintangannya sepertinya tak berlaku kali ini. dia satu-satunya yang tampak cuma lari sana-sini tanpa ada kontribusi memotong bola. singkatnya, omdo kau hamka.
terakhir, kulit “all star” itu membuat timnas seperti keberatan nama. sepertinya panpel tak belajar dari pengalaman memakai nama besar lain seperti tim impian. akhirnya nasip pun serupa. garudaku jadi seperti keledai. tapi sudahlah.
25 July 2013 | 22:41
yups, chelsea akhirnya jadi bermain dengan timnas. sebuah hiburan tersaji. nama besar terry, cole, essien, berpadu kekuatan muda hazard, moses, dan ramirez, plus gacoan anyar lukaku dan demba ba akhirnya mempertontonkan aksinya di hadapan 81.000 penonton yang menyesaki stadion. sebuah hiburan yang terasa getir kala skor yang terpampang adalah 1-8. skor telak itu lucunya dianggap peningkatan atas pecahnya telur timnas (walau untuk itu pun tak bisa di klaim karena hasil bunuh diri).
okelah, akhirnya kita bisa terhibur dan mengambil “pelajaran”. semoga memang ada pelajaran dari laga ini.
hanya saja saya mulai merasa bila timnas kita benar mundur kini. mengingat saya melihat aksi chelsea menghadapi thailand dan malaysia, rasanya timnas kita wajar direndahkan di level asean.
thailand hanya kalah 0-1, malaysia memang kalah 1-4, tapi meiga harus menerima 8 gol.
apa yang salah yah?
andik, idola saya, memang akhirnya ditampilkan, walau minimnya asupan umpan membuatnya tak berkembang. pemain lain yang ditampilkan memang berjuang dengan baik. nama-nama muda itu cukup bisa dihargai: bayau, kipuw, egi, bustomi, dll. namun saya menyoroti dua orang saja. pertama adalah syamsir alam yang ternyata tak lebih baik dari tibo, dijk, greg, atau boas. memang baik buat pengalamannya, namun ada yang salah dengan kulit timnas kali ini yang bertajuk “all star”. di mana kebintangannya pemain antah-berantah ini? yang kedua adalah mister tampol hamka, kebintangannya sepertinya tak berlaku kali ini. dia satu-satunya yang tampak cuma lari sana-sini tanpa ada kontribusi memotong bola. singkatnya, omdo kau hamka.
terakhir, kulit “all star” itu membuat timnas seperti keberatan nama. sepertinya panpel tak belajar dari pengalaman memakai nama besar lain seperti tim impian. akhirnya nasip pun serupa. garudaku jadi seperti keledai. tapi sudahlah.
25 July 2013 | 22:41
Sabtu, 20 Juli 2013
Sebuah Senyum, Saat Olahraga Tak Politis (Catatan dari Laga Kontra Liverpool)
oke, kemeriahan belum reda di senayan. merahnya liverpool dan
merahnya indonesia bersinergi memancarkan aura persahabatan. sebuah laga
eksebisi digelar tanpa rasa malu untuk salah satu pihak.
masuk ke reportase, timnas kita yang kali ini berkulit “eleven” takluk 0-2 dari the reds. kalah, tapi selain tak setelak dari the gunners, hari ini ada jiwa berjuang ditampilkan mereka yang jadi “sebelas”, dan bukan “tim impian”.
sebuah acungan jempol tuk jacksen f tiago yang tak egois kali ini. alih-alih mempertontonkan kedigdayaan bintang-bintang isl yang jeger, laki, dan fearless, sejak pembentukan tim dia telah mengakomodir setiap pihak dalam sepakbola sesungguhnya. ketidakhadiran andik vermansyah kali ini masuk akal dari sisi alasan. tak ada gambaran pemincangan bintang ipl kali ini. terbukti di starting line up coach jackson tak memaksakan isl all star yang bermain. dapat kita lihat, bukan hanya membiarkan para anak ipl bermain sejak awal; sang pelatih juga tak memaksakan persipura conection berlaga dari garis start. singkatnya buat saya, mereka yang siaplah yang diturunkan. mereka yang punya keinginan “menjual dirinya” dalam hal positif ditampilkan.
tak nampak bintang karatan model tukang tampol di lapangan. tokoh-tokoh asosiasi pesepakbola tanah air (yang gagal memperjuangkan kesejahteraan anggotanya) yang biasanya punya jatah tampil di eksebisi juga tak terpakai.
hasilnya, anda bisa lihat di lapangan. walau bisa saja kalah 4 gol (andai membentur mistar dihitung), para pemuda di lapangan itu berjuang sekuat tenaga dan jelas jauh dari ketakberdayaan pekan lalu.
ada secercah harap bila pemain yang tampil semilitan tadi. secercah harap yang akan makin mantap bila pelatih tak ternoda sentuhan politis.
sebuah senyum hadir malam ini. seolah ucapan gembira sang pelatih dalam film “damned united”, saya hendak bilang pada taufik, mofu, tibo, bustomi, igbonevo, maitimo, dijk, dkk kalau kini kita equal dengan gerrard, skrtel, glen, sterling, atau toure kalau mau berusaha.
kini timnas itu layak kuperhatikan lagi. oke deh!
masuk ke reportase, timnas kita yang kali ini berkulit “eleven” takluk 0-2 dari the reds. kalah, tapi selain tak setelak dari the gunners, hari ini ada jiwa berjuang ditampilkan mereka yang jadi “sebelas”, dan bukan “tim impian”.
sebuah acungan jempol tuk jacksen f tiago yang tak egois kali ini. alih-alih mempertontonkan kedigdayaan bintang-bintang isl yang jeger, laki, dan fearless, sejak pembentukan tim dia telah mengakomodir setiap pihak dalam sepakbola sesungguhnya. ketidakhadiran andik vermansyah kali ini masuk akal dari sisi alasan. tak ada gambaran pemincangan bintang ipl kali ini. terbukti di starting line up coach jackson tak memaksakan isl all star yang bermain. dapat kita lihat, bukan hanya membiarkan para anak ipl bermain sejak awal; sang pelatih juga tak memaksakan persipura conection berlaga dari garis start. singkatnya buat saya, mereka yang siaplah yang diturunkan. mereka yang punya keinginan “menjual dirinya” dalam hal positif ditampilkan.
tak nampak bintang karatan model tukang tampol di lapangan. tokoh-tokoh asosiasi pesepakbola tanah air (yang gagal memperjuangkan kesejahteraan anggotanya) yang biasanya punya jatah tampil di eksebisi juga tak terpakai.
hasilnya, anda bisa lihat di lapangan. walau bisa saja kalah 4 gol (andai membentur mistar dihitung), para pemuda di lapangan itu berjuang sekuat tenaga dan jelas jauh dari ketakberdayaan pekan lalu.
ada secercah harap bila pemain yang tampil semilitan tadi. secercah harap yang akan makin mantap bila pelatih tak ternoda sentuhan politis.
sebuah senyum hadir malam ini. seolah ucapan gembira sang pelatih dalam film “damned united”, saya hendak bilang pada taufik, mofu, tibo, bustomi, igbonevo, maitimo, dijk, dkk kalau kini kita equal dengan gerrard, skrtel, glen, sterling, atau toure kalau mau berusaha.
kini timnas itu layak kuperhatikan lagi. oke deh!
20 July 2013 | 22:56
Rabu, 17 Juli 2013
Thailand Eksebisi, Indonesia Eksekusi?
masih terbayang kan dengan hasil 0-7 minggu malam lalu? kata
mereka yang “berjiwa besar”, itu hanya pertandingan eksebisi. katanya
sih gapapa kalah banyak, yang terpenting rakyat terhibur.
malam nanti chelsea akan memulai tur aseannya dengan melawan tim singha “drim tim thailand”, untuk kemudian menggilir malaysia dan indonesia di waktu selanjutnya. coba kita lihat aksi eksebisi kali ini yang akan ditayangkan kompas tv malam nanti sekitar pukul 20.00.
selain melihat racikan mourinho teranyar, saya hendak melihat kesiapan thailand menghadapi laga eksebisi. akankah mereka berusaha melawan sekuat tenaga dengan taktik dan usaha maksimal, ataukah sekadar mengumpulkan para bintang lokal negeri gajah putih untuk arisan keluarga sembari ketemu bintang dunia tuk tukar kaus?
saya kira yang namanya eksebisi itu model pertama dalam kalimat terakhir saya di atas. harusnya pemain yang disiapkan memberi sajian hiburan berupa pertarungan, dan tentu saja bukan pembantaian atau eksekusi penuh senyum.
kalau thailand kalah banyak tentu bisa kita setarakan dengan timnas. dengan kata lain, ini memang tren asia tenggara saat ini. tapi kalau ada permainan berimbang yang seru, artinya drim tim kita yang dibantai malam senin lalu adalah sebuah kesalahan.
jadi pingin lihat wajah pengurus baru yang sudah bersih saat ini. masakkan usaha mereka yang “baik” itu hasilnya cuma begitu saja. apa ada yang salah antara perbuatan dan hasil.
sudahlah, jauh di lubuk hati saya ada sebuah harap. tim nasional kita lepas dari hal politis. mereka hanya memberi hasil di lapangan saja dan tak sok melabeli diri dengan predikat “bintang”. timnas kita tak jadi boneka pengurus yang bisa diatur untuk menang atau mengalah. timnas kita berjuang untuk impian “sesungguhnya” dari bangsa ini agar ada prestasi membanggakan.
timnasku, apapun nama kulit kalian (drim tim, elepen, ol star, liga seleksion, atau ril garuda) seharusnya kalian tahu. ada 100 juta lebih lelaki di negeri ini yang mengharapkan hak sebagai pemain di posisi kalian saat ini. berjuang dong!!
malam nanti chelsea akan memulai tur aseannya dengan melawan tim singha “drim tim thailand”, untuk kemudian menggilir malaysia dan indonesia di waktu selanjutnya. coba kita lihat aksi eksebisi kali ini yang akan ditayangkan kompas tv malam nanti sekitar pukul 20.00.
selain melihat racikan mourinho teranyar, saya hendak melihat kesiapan thailand menghadapi laga eksebisi. akankah mereka berusaha melawan sekuat tenaga dengan taktik dan usaha maksimal, ataukah sekadar mengumpulkan para bintang lokal negeri gajah putih untuk arisan keluarga sembari ketemu bintang dunia tuk tukar kaus?
saya kira yang namanya eksebisi itu model pertama dalam kalimat terakhir saya di atas. harusnya pemain yang disiapkan memberi sajian hiburan berupa pertarungan, dan tentu saja bukan pembantaian atau eksekusi penuh senyum.
kalau thailand kalah banyak tentu bisa kita setarakan dengan timnas. dengan kata lain, ini memang tren asia tenggara saat ini. tapi kalau ada permainan berimbang yang seru, artinya drim tim kita yang dibantai malam senin lalu adalah sebuah kesalahan.
jadi pingin lihat wajah pengurus baru yang sudah bersih saat ini. masakkan usaha mereka yang “baik” itu hasilnya cuma begitu saja. apa ada yang salah antara perbuatan dan hasil.
sudahlah, jauh di lubuk hati saya ada sebuah harap. tim nasional kita lepas dari hal politis. mereka hanya memberi hasil di lapangan saja dan tak sok melabeli diri dengan predikat “bintang”. timnas kita tak jadi boneka pengurus yang bisa diatur untuk menang atau mengalah. timnas kita berjuang untuk impian “sesungguhnya” dari bangsa ini agar ada prestasi membanggakan.
timnasku, apapun nama kulit kalian (drim tim, elepen, ol star, liga seleksion, atau ril garuda) seharusnya kalian tahu. ada 100 juta lebih lelaki di negeri ini yang mengharapkan hak sebagai pemain di posisi kalian saat ini. berjuang dong!!
Minggu, 14 Juli 2013
Arsenal 7 vs Indonesian Drunk Team 0
hebat arsenal. tim yang saya kira sudah habis ini ternyata masih punya daya tarik.
tadinya saya pikir chelsea yang jadi penutup parade inggris yang bisa kasih hasil mencolok. saya pikir arsenal yang cuma punya bintang kelas dua macam rosicky dan podolski akan kesulitan menghadapi timnas yang ganti kulit jadi the dream team. sebuah tim impian tentu akan sangat dahsyat. apalagi melihat punggawanya adalah mereka-mereka yang sukses menahan belanda hanya unggul 3 biji gol pada laga sebelumnya. sang pelatih berprestasi timnas itu juga dengan diplomatisnya menyingkirkan andik vermansyah dari tim. nama seperti irvan bachdim atau okto maniani juga dikesampingkan demi nama besar sergio van dijk atau boas salossa.
namun hasil di lapangan bukan tim impian. saya tak pernah mengimpikan tim nasional saya melempem seperti ini. kala kalah 10 gol dulu juga saya punya dalih karena terbatasnya sdm. kini apa yang bisa dipegang lagi. ternyata sepakbola yang kita kira sungguh tangguh dan hanya drop karena salah penangan pengurus yang sudah disingkirkan itu cuma segitu-gitunya saja. ini bukan tim impian. ini tim mabok. tujuh gol di papan skor menunjukkan, mereka yang merasa bintang di sepakbola indonesia hanyalah penggembira di panggung dunia.
alih-alih menambah pengalaman, ini sih mental tim akan makin drop.
jacksen juga tak nampak punya visi kok kala babak pertama yang arsenalnya masih menahan diri. adakah ini kesungguhannya jadi pelatih timnas dibanding persipura? sepertinya ini cuma kumpul-kumpul ala arisan dari bintang-bintang lokal dan tak ada upaya meningkatkan kualitas dari hari ke hari.
saran saya tuk rcti, ganti nama yang jadi kulit timnas melawan liverpool dan chelsea besok. jangan sebut tim impian. indonesia selection kek, atau klompencapir bola….
kalau mau menampilkan tim impian fair dong. jangan cuma nama besar dan bagi-bagi kue jatah kuota timnas. pilih mereka yang punya motivasi dan mau diajar atau mengajarkan sebuah tim bertumbuh dalam proses, bukan iseng-iseng melawan bintang dunia.
ok deh, welcome liverpool.
tadinya saya pikir chelsea yang jadi penutup parade inggris yang bisa kasih hasil mencolok. saya pikir arsenal yang cuma punya bintang kelas dua macam rosicky dan podolski akan kesulitan menghadapi timnas yang ganti kulit jadi the dream team. sebuah tim impian tentu akan sangat dahsyat. apalagi melihat punggawanya adalah mereka-mereka yang sukses menahan belanda hanya unggul 3 biji gol pada laga sebelumnya. sang pelatih berprestasi timnas itu juga dengan diplomatisnya menyingkirkan andik vermansyah dari tim. nama seperti irvan bachdim atau okto maniani juga dikesampingkan demi nama besar sergio van dijk atau boas salossa.
namun hasil di lapangan bukan tim impian. saya tak pernah mengimpikan tim nasional saya melempem seperti ini. kala kalah 10 gol dulu juga saya punya dalih karena terbatasnya sdm. kini apa yang bisa dipegang lagi. ternyata sepakbola yang kita kira sungguh tangguh dan hanya drop karena salah penangan pengurus yang sudah disingkirkan itu cuma segitu-gitunya saja. ini bukan tim impian. ini tim mabok. tujuh gol di papan skor menunjukkan, mereka yang merasa bintang di sepakbola indonesia hanyalah penggembira di panggung dunia.
alih-alih menambah pengalaman, ini sih mental tim akan makin drop.
jacksen juga tak nampak punya visi kok kala babak pertama yang arsenalnya masih menahan diri. adakah ini kesungguhannya jadi pelatih timnas dibanding persipura? sepertinya ini cuma kumpul-kumpul ala arisan dari bintang-bintang lokal dan tak ada upaya meningkatkan kualitas dari hari ke hari.
saran saya tuk rcti, ganti nama yang jadi kulit timnas melawan liverpool dan chelsea besok. jangan sebut tim impian. indonesia selection kek, atau klompencapir bola….
kalau mau menampilkan tim impian fair dong. jangan cuma nama besar dan bagi-bagi kue jatah kuota timnas. pilih mereka yang punya motivasi dan mau diajar atau mengajarkan sebuah tim bertumbuh dalam proses, bukan iseng-iseng melawan bintang dunia.
ok deh, welcome liverpool.
Selamat Datang Parade Inggris
ini saat yang mewah buat pecinta bola. tiga tim inggris berparade di tanah air dalam dua pekan ke depan.
kalau dulu, pertama kali ngeh bola, saya menyaksikan bintang-bintang liga inggris dari tanah yang jauh; kini dari gelora bung karno mereka secara bergantian akan hadir.
arsenal, liverpool, dan chelsea yang akan datang bukanlah klub kampay, puluhan trofi ada di lemari mereka masing-masing. walau arsenal kini jadi medioker liga inggris, belasan bintang baru selalu muncul tiap tahunnya dari klub pencipta bintang ini. sejarah klub juga punya nama besar berkamp, overmars, hendry, wiltord, kanu, dll hingga chamberlain dan walcott kini.
liverpool yang dipojokkan sebagai klub masa lalu yang sudah habis kini itu pun sedang mengupayakan ledakan baru dengan geliat gerrard dkk. tentu kita masih ingat era dalglish, rush, dan barnes yang cemerlang; atau masa glamor fowler, colymore, dan mcmaneman; serta geliat smicer, heskey, dan si peluru owen.
sementara chelsea adalah klub yang benar-benar segar dan bertabur bibit unggul. kalau masa lalu dipenuhi bintang veteran macam gullit, viali, cashiraghi, atau zola; setelah masuknya taipan abrahamovich bintang segar masuk dalam skuad di dekade akhir. siapa kini yang tak kenal nama seperti torres, lampard, terry, cole, dan cech? bintang muda macam oscar, moses, mata, luiz, dll juga menjanjikan keseruan di lapangan. ditambah lagi dengan hadirnya the special one yang kini jadi the happy one jose mourinho.
wow juli ceria buat pencinta liga inggris akan menemani bulan puasa yang suci bagi semua rekan muslim.
yang jadi sorotan adalah lawan mereka. timnas atau indonesia selection atau apapun namanya harus ambil manfaat dari kualitas lawan yang dihadapinya. ini saat tuk cari pengalaman. yang perlu dipikirkan adalah jangan jadikan ini semua semata sebagai ajang koleksi kaus para bintang yang datang. entah andik vermansyah yang jadi jago saya akan ambil bagian atau tidak. nonton dan nikmati sajalah laga bersama para bintang yang akan dimulai minggu nanti. selamat pagi semua. mantap!
kalau dulu, pertama kali ngeh bola, saya menyaksikan bintang-bintang liga inggris dari tanah yang jauh; kini dari gelora bung karno mereka secara bergantian akan hadir.
arsenal, liverpool, dan chelsea yang akan datang bukanlah klub kampay, puluhan trofi ada di lemari mereka masing-masing. walau arsenal kini jadi medioker liga inggris, belasan bintang baru selalu muncul tiap tahunnya dari klub pencipta bintang ini. sejarah klub juga punya nama besar berkamp, overmars, hendry, wiltord, kanu, dll hingga chamberlain dan walcott kini.
liverpool yang dipojokkan sebagai klub masa lalu yang sudah habis kini itu pun sedang mengupayakan ledakan baru dengan geliat gerrard dkk. tentu kita masih ingat era dalglish, rush, dan barnes yang cemerlang; atau masa glamor fowler, colymore, dan mcmaneman; serta geliat smicer, heskey, dan si peluru owen.
sementara chelsea adalah klub yang benar-benar segar dan bertabur bibit unggul. kalau masa lalu dipenuhi bintang veteran macam gullit, viali, cashiraghi, atau zola; setelah masuknya taipan abrahamovich bintang segar masuk dalam skuad di dekade akhir. siapa kini yang tak kenal nama seperti torres, lampard, terry, cole, dan cech? bintang muda macam oscar, moses, mata, luiz, dll juga menjanjikan keseruan di lapangan. ditambah lagi dengan hadirnya the special one yang kini jadi the happy one jose mourinho.
wow juli ceria buat pencinta liga inggris akan menemani bulan puasa yang suci bagi semua rekan muslim.
yang jadi sorotan adalah lawan mereka. timnas atau indonesia selection atau apapun namanya harus ambil manfaat dari kualitas lawan yang dihadapinya. ini saat tuk cari pengalaman. yang perlu dipikirkan adalah jangan jadikan ini semua semata sebagai ajang koleksi kaus para bintang yang datang. entah andik vermansyah yang jadi jago saya akan ambil bagian atau tidak. nonton dan nikmati sajalah laga bersama para bintang yang akan dimulai minggu nanti. selamat pagi semua. mantap!
Menaikkan Peringkat FIFA dan Gengsi Timnas!
akh, ada juga yang bahas peringkat fifa. trims rekan yang telah membahas.
bukankah rendahnya peringkat fifa timnas kitalah yang jadi alasan keprihatinan para pengurus kpsi dan pendukungnya kala menohok para reformis sebelumnya? kala sudah kembali berkuasa, kapan upaya menaikkan peringkat itu terjadi?
soal kecintaan atas timnas sebelumnya sudah saya urai. usai kalah atas arab, kalender timnas sungguh tak memungkinkan tambahan poin. lawan yang muncul bukanlah tim yang setara kekuatannya. di pra piala asia lawan berat semua. di jadwal persahabatan resmi, agendanya kosong. seiring dengan kekalahan yang menanti, selain tak ada poin masuk, kecintaan atas timnas tentu akan melempem. semangat piala aff 2010 lalu tentu akan kendor. berjubelnya penonton di stadion untuk laga timnas akan masuk ke masa kelam.
ingat tentunya di era sebelum aff cup dulu betapa lowongnya stadion dibandingkan kini kala timnas bertanding. padahal timnas terkini dipenuhi bintang yang sangat ternama. bahkan nama-nama pemain naturalisasi yang menghiasi amat menjanjikan ekspektasi.
bagaimana ini, peringkat fifa tak maju menanti, kekalahan atas tim besar yang ada di agenda menunggu, padahal aksi duet maut boas - van dijk memberi ekspektasi berlebihan….
saya memang acuh tak acuh dengan kepengurusan kini, namun kalau saja boleh menyarankan baiknya agenda sepakbola persahabatan internasional dioptimalkan. siapkan lawan tanding yang sama atau di bawah kita kekuatannya. piala aff masih tahun depan, sea games tak masuk hitungan, jadi sebaiknya buat turnamen sendiri saja.
bisa saja diadakan piala kemerdekaan seperti dulu-dulu. undang saja tim seperti vietnam, myanmar, kamboja, hongkong, india, suriname, burkina faso, zimbabwe, tahiti, atau timor leste.
mungkin tak bergengsi, tapi rakyat tak peduli. asal menang tentu timnas didukung. ingatlah aksi di aff 2010 lalu yang dipuja-puji bahkan dibandingkan dengan tampilan di ppd 2014. banyak fans tak peduli kualitas lawan. menang-menang-dan menang. latih mental as a champions.
semoga ada yang percaya…
bukankah rendahnya peringkat fifa timnas kitalah yang jadi alasan keprihatinan para pengurus kpsi dan pendukungnya kala menohok para reformis sebelumnya? kala sudah kembali berkuasa, kapan upaya menaikkan peringkat itu terjadi?
soal kecintaan atas timnas sebelumnya sudah saya urai. usai kalah atas arab, kalender timnas sungguh tak memungkinkan tambahan poin. lawan yang muncul bukanlah tim yang setara kekuatannya. di pra piala asia lawan berat semua. di jadwal persahabatan resmi, agendanya kosong. seiring dengan kekalahan yang menanti, selain tak ada poin masuk, kecintaan atas timnas tentu akan melempem. semangat piala aff 2010 lalu tentu akan kendor. berjubelnya penonton di stadion untuk laga timnas akan masuk ke masa kelam.
ingat tentunya di era sebelum aff cup dulu betapa lowongnya stadion dibandingkan kini kala timnas bertanding. padahal timnas terkini dipenuhi bintang yang sangat ternama. bahkan nama-nama pemain naturalisasi yang menghiasi amat menjanjikan ekspektasi.
bagaimana ini, peringkat fifa tak maju menanti, kekalahan atas tim besar yang ada di agenda menunggu, padahal aksi duet maut boas - van dijk memberi ekspektasi berlebihan….
saya memang acuh tak acuh dengan kepengurusan kini, namun kalau saja boleh menyarankan baiknya agenda sepakbola persahabatan internasional dioptimalkan. siapkan lawan tanding yang sama atau di bawah kita kekuatannya. piala aff masih tahun depan, sea games tak masuk hitungan, jadi sebaiknya buat turnamen sendiri saja.
bisa saja diadakan piala kemerdekaan seperti dulu-dulu. undang saja tim seperti vietnam, myanmar, kamboja, hongkong, india, suriname, burkina faso, zimbabwe, tahiti, atau timor leste.
mungkin tak bergengsi, tapi rakyat tak peduli. asal menang tentu timnas didukung. ingatlah aksi di aff 2010 lalu yang dipuja-puji bahkan dibandingkan dengan tampilan di ppd 2014. banyak fans tak peduli kualitas lawan. menang-menang-dan menang. latih mental as a champions.
semoga ada yang percaya…
Langganan:
Postingan (Atom)