Jumat, 27 September 2013
Yang Muda Juara, Semoga Berlanjut ke Masa Datang
hebat, akhirnya juara juga.
jujur saya melewatkan laga semalam karena rasa kantuk. selain kantuk tadi, mungkin gagal di final yang jadi tren buruk selama ini ikut jadi faktor penguat untuk laga final ini.
tadinya, kalau saja derby roma ditayangkan tvri saya sudah bulat tekad tuk memilih serie a ketimbang menyaksikan adik-adik itu jadi runner up tuk kado negeri yang kesekian…. tapi tvri malah menayangkan pembukan isg 2013. lengkaplah kantuk saya dibalut selimut selepas babak pertama imbang tanpa gol.
bangun tengah malam, saya memperhatikan layar laptop yang sedang menjalankan sebuah unduhan. iseng, saya buka livescore.com. derby roma lazioku terbenam. derby manchester merah dibenam biru. dari spanyol, madrid unggul sementara 2-1 dari lawannya.
penasaran, ke mana saya cari hasil aff u-19, tak perlu ke google, cukup mengetikkan huruf “o” di bar alamat sudah muncul kanal olahraga kompasiana di layar bagian atas. oke dengan klik, tunggu sebentar dan keluar judul-judul artikel bernada kemenangan yang mengabarkan berita indah itu.
wow, garuda akhirnya juara. walau masih level remaja, juara ini tentu manis rasanya. saya membayangkan bagaimana serunya kalau saja tadi saya tonton. tapi tak apa, yang penting akhir indah saja, walau saya tak jadi saksinya….
bersama lazio, chelsea, intermilan, dan real madrid, plus timnas prancis era zidane saya sudah sering jadi saksi manisnya saat mereka menorehkan sejarah juara. namun bersama merah putih saya malah melewatkan yang jarang ini. teringat setiap kekalahan timnas di laga final. mulai dari final sea games 97, final piala tiger 2002, final piala tiger 2004 final aff 2010, final sea games 2011, final piala sultan brunai 2010, hingga final aff u-16 lalu…. akh, kenapa kali ini terlewat.
semoga ini jalan pembuka tuk manisnya final berikutnya yang akan didapatkan timnas ke depannya. kalaupun timnas senior tak mampu, mereka yang semalam juara saya harap akan berkontribusi di timnas masa mendatang yang semoga beroleh final-final manis.
selamat para juara, semoga berlanjut!
23 September 2013 | 13:15
Senin, 16 September 2013
Ketika yang Muda yang Jadi Harapan (Tentang Timnas u-19)
empat laga sudah dalam rentang 7 hari dilalui garuda muda dengan tiga
kemenangan dan sekali tumbang. ada jalan di depan mata, walau bisa saja
terpeleset dan jatuh terjungkal sebelum melaju ke semifinal aff cup.
selamat buat prestasi evan dimas dkk sejauh ini, namun tak lupa rasa terima kasih saya sampaikan pada mnc tv dan para suporter di jawa timur dan jawa tengah yang membuat event ini jadi sebuah event besar yang ramai dan layak diperbincangkan selayaknya aff cup tuk timnas senior.
mungkin di negara lain tak ada stadion yang semeriah saat laga garuda muda kala timnas junior berlaga. lihat saja piala dunia u-23 lalu yang sepi-sepi saja, walau talenta muda dunia beraksi dan pers sedunia menggaungkannya. kali ini bukan u-23 atau u-21 yang tampil, lebih muda lagi: u-19, tapi lihatlah meriahnya suasana di 4 laga mereka.
kenapa bisa? selain masyarakat kita haus tontonan, haus prestasilah yang mengundang mereka datang di stadion atau setidaknya bertahan di chanel mnc tv selama garuda muda berlaga. kemenagan 5 gol di laga versus brunai telah mengundang aroma prestasi. maka laga berikut seolah digaransi akan adanya aksi ciamik. menang lagi atas myanmar kian buktikan itu. namun garuda muda ditohok vietnam di kala ekspektasi sudah demikian besar.
tak apa, toh kekalahan di fase grup adalah sebuah pelajaran, jangan sampai terulang kembali saja. malah jaya di grup seperti timnas di aff 2010 lalu memberi kegetiran kala ekspektasi masyarakat itu baru mendapat cobaan di partai final yang akhirnya menawarkan semua yang tadinya di rasa manis.
thailand pun sukses jadi come back maldini cs. nah, semoga ini jadi semangat menghadapi laga hidup mati kontra malaysia kelak.
yang muda seperti kalianlah yang kini kami harapkan para garuda muda. penuh semangat, determinasi, stamina, plus murni tanpa embel-embel politis dan memikirkan periuk nasi atu mengepulnya dapur karena belum ada tuntutan wajib.
teruslah berjuang dan retas jalan hingga jaya kelak di usia senior. jangan terang seketika namun tenggelam sesudahnya. maju garudaku!
selamat buat prestasi evan dimas dkk sejauh ini, namun tak lupa rasa terima kasih saya sampaikan pada mnc tv dan para suporter di jawa timur dan jawa tengah yang membuat event ini jadi sebuah event besar yang ramai dan layak diperbincangkan selayaknya aff cup tuk timnas senior.
mungkin di negara lain tak ada stadion yang semeriah saat laga garuda muda kala timnas junior berlaga. lihat saja piala dunia u-23 lalu yang sepi-sepi saja, walau talenta muda dunia beraksi dan pers sedunia menggaungkannya. kali ini bukan u-23 atau u-21 yang tampil, lebih muda lagi: u-19, tapi lihatlah meriahnya suasana di 4 laga mereka.
kenapa bisa? selain masyarakat kita haus tontonan, haus prestasilah yang mengundang mereka datang di stadion atau setidaknya bertahan di chanel mnc tv selama garuda muda berlaga. kemenagan 5 gol di laga versus brunai telah mengundang aroma prestasi. maka laga berikut seolah digaransi akan adanya aksi ciamik. menang lagi atas myanmar kian buktikan itu. namun garuda muda ditohok vietnam di kala ekspektasi sudah demikian besar.
tak apa, toh kekalahan di fase grup adalah sebuah pelajaran, jangan sampai terulang kembali saja. malah jaya di grup seperti timnas di aff 2010 lalu memberi kegetiran kala ekspektasi masyarakat itu baru mendapat cobaan di partai final yang akhirnya menawarkan semua yang tadinya di rasa manis.
thailand pun sukses jadi come back maldini cs. nah, semoga ini jadi semangat menghadapi laga hidup mati kontra malaysia kelak.
yang muda seperti kalianlah yang kini kami harapkan para garuda muda. penuh semangat, determinasi, stamina, plus murni tanpa embel-embel politis dan memikirkan periuk nasi atu mengepulnya dapur karena belum ada tuntutan wajib.
teruslah berjuang dan retas jalan hingga jaya kelak di usia senior. jangan terang seketika namun tenggelam sesudahnya. maju garudaku!
17 September 2013 | 05:42
Bima Hitam Muncul, Bakal Musuh Besar atau Side Kick?
lama gak ulas lagi soal bima satria garuda, tiba-tiba saya merasakan gairah baru di episode 12 yang tayang minggu pagi lalu.
sebenarnya sih sebagaimana minggu lainnya saya tak tonton tokusatsu lokal ini di tv karena ibadah di gereja. tapi untung ada orang-orang baik di youtube yang menshare video ripan dati tv…
lama tak terlalu heboh karena ceritanya mulai monoton, episode terbaru kemarin tiba-tiba memunculkan gairah baru karena muncul kembaran bima yang jadi lawan. kalau biasanya monster yang jadi lawan, nah kembaran bima kali ini seperti lawan sepadan buat jagoan kita.
sebagai penonton kamen rider, kemunculan kamen rider baru di tengah seri yang berjalan selalu memberi 2 peluang perkembangan cerita: pertama sebagai musuh besar yang akan sangat sulit dikalahkan model bayangan hitam atau shadow moon dalam satria baja hitam; atau yang kedua bakal jadi side kick atau pendamping layaknya kamen rider accel dalam seri double (w), birth dalam seri ooo, meteor dalam seri fourze, atau juga beast dalam seri wizard yang sedang tayang episode akhirnya di jepang sono….
saya memang sengaja nulis dulu dan sebelum browsing di mbah google tentang siapa sebenarnya sosok bima gelap itu. melihat logo seperti huruf a di dada kirinya dan nama bima sebagai judul seri, saya bertanya-tanya apa sosok ini bakal bernama arjuna? hahaha, gak tahu deh….
entah akan bagaimana alur cerita ini dikembangkan tim penulis bima satria garuda, hanya saja dengan adanya dua sosok bima ini cerita akan lebih menarik dan tak semonoton seharusnya. asal-usul rey, mikail, dll jua mulai menawarkan rasa penasaran. keponakan saya pun mulai mempertanyakan alur cerita ini selanjutnya dengan penuh semangat menonton. well, walau alur yang lompat sana-sini ini mungkin membingungkan anak-anak, tapi toh cerita jagoan tetap memikat anak indonesia.
ayo tonton terus aksi si satria garuda yang ditawarkan kerja sama jepang-indonesia ini. setidaknya anak-anak indonesia punya jago baru yang lebih keren dari panji atau saras, dan lebih segar dari gatotkaca. salam!
sebenarnya sih sebagaimana minggu lainnya saya tak tonton tokusatsu lokal ini di tv karena ibadah di gereja. tapi untung ada orang-orang baik di youtube yang menshare video ripan dati tv…
lama tak terlalu heboh karena ceritanya mulai monoton, episode terbaru kemarin tiba-tiba memunculkan gairah baru karena muncul kembaran bima yang jadi lawan. kalau biasanya monster yang jadi lawan, nah kembaran bima kali ini seperti lawan sepadan buat jagoan kita.
sebagai penonton kamen rider, kemunculan kamen rider baru di tengah seri yang berjalan selalu memberi 2 peluang perkembangan cerita: pertama sebagai musuh besar yang akan sangat sulit dikalahkan model bayangan hitam atau shadow moon dalam satria baja hitam; atau yang kedua bakal jadi side kick atau pendamping layaknya kamen rider accel dalam seri double (w), birth dalam seri ooo, meteor dalam seri fourze, atau juga beast dalam seri wizard yang sedang tayang episode akhirnya di jepang sono….
saya memang sengaja nulis dulu dan sebelum browsing di mbah google tentang siapa sebenarnya sosok bima gelap itu. melihat logo seperti huruf a di dada kirinya dan nama bima sebagai judul seri, saya bertanya-tanya apa sosok ini bakal bernama arjuna? hahaha, gak tahu deh….
entah akan bagaimana alur cerita ini dikembangkan tim penulis bima satria garuda, hanya saja dengan adanya dua sosok bima ini cerita akan lebih menarik dan tak semonoton seharusnya. asal-usul rey, mikail, dll jua mulai menawarkan rasa penasaran. keponakan saya pun mulai mempertanyakan alur cerita ini selanjutnya dengan penuh semangat menonton. well, walau alur yang lompat sana-sini ini mungkin membingungkan anak-anak, tapi toh cerita jagoan tetap memikat anak indonesia.
ayo tonton terus aksi si satria garuda yang ditawarkan kerja sama jepang-indonesia ini. setidaknya anak-anak indonesia punya jago baru yang lebih keren dari panji atau saras, dan lebih segar dari gatotkaca. salam!
16 September 2013 | 21:57
Selasa, 27 Agustus 2013
Limpahan Amunisi Garuda di Arsenalnya, Namun Cakar Belum Siap Tempur (Celoteh Usai Kontra-Brunai)
baru selesai partai ujicoba timnas under 23 melawan brunai dari
yogyakarta. dengan celoteh komentator yang persis laga tarkam di
kampungku, laga pun berlangsung ngeri-ngeri sedap. komentator kali ini
memang sangat jujur. seperti rasa di hati saya, beberapa komentar
diungkap pas sekali tuk para garuda muda.
dari saya pribadi, sungguh senang dengan limpahan talenta yang diparadekan rahmat darmawan kali ini. persis seperti maradona yang memberi kesempatan pada ratusan pemain argentina di pra piala dunia 2010 lalu, rd pun kembali memberi kesempatan pada para pemilik talenta untuk pamer gigi dalam seleksi menjelang sea games tahun ini.
awalnya saya pikir hanya akan melihat wajah-wajah lama di tim ini. di awal laga memang yang familiar yang tampil, namun hingga akhir saya terkesima dengan banyaknya talenta muda kita yang berpotensi jadi the new bambang pamungkas. yups, arsenal kita cukup menawan (di kamus bahasa indonesia arsenal itu bermakna gudang peluru, hanya saja banyak yang lupa dengan kata ini).
balik ke laga, hasil cuma unggul sebiji gol memang tak terlalu baik. namun beberapa fakta muncul dan layak dikomentari.
pertama, ternyata seperti halnya saya, komentator juga berkesimpulan kalau syamsir alam belum memberikan apapun. alvian sang pemain internasional juga belum terlalu menunjang tim. ramdhani, okto, dan diego pun belum bisa jadi senior yang baik. namun nama tak terlalu ramai seperti david lali atau andri ibo cukup menggetarkan kuduk lawan dengan perawakannya. nama yang jarang bergaung macam aldair ternyata cukup punya potensi. pemain macam rifki pelu juga boleh jadi harapan ke depan di samping andik. tombak semisal malau atau gultom tadi juga menjanjikan.
sayang cakar garuda muda belum terasah. banyaknya peluang namun minim gol ini mirip timnasnya nil maizar.
ini memang cuma seleksi dan tryout, hasil dari lawan sekelas brunai juga tak baik. tapi tiba-tiba saya merasa ada gairah di tim ini dengan banyaknya kompetitor.
ayo para pemuda, beri yang terbaik buat garuda kali ini. jangan jago twiteran saja!
15 August 2013 | 23:38
dari saya pribadi, sungguh senang dengan limpahan talenta yang diparadekan rahmat darmawan kali ini. persis seperti maradona yang memberi kesempatan pada ratusan pemain argentina di pra piala dunia 2010 lalu, rd pun kembali memberi kesempatan pada para pemilik talenta untuk pamer gigi dalam seleksi menjelang sea games tahun ini.
awalnya saya pikir hanya akan melihat wajah-wajah lama di tim ini. di awal laga memang yang familiar yang tampil, namun hingga akhir saya terkesima dengan banyaknya talenta muda kita yang berpotensi jadi the new bambang pamungkas. yups, arsenal kita cukup menawan (di kamus bahasa indonesia arsenal itu bermakna gudang peluru, hanya saja banyak yang lupa dengan kata ini).
balik ke laga, hasil cuma unggul sebiji gol memang tak terlalu baik. namun beberapa fakta muncul dan layak dikomentari.
pertama, ternyata seperti halnya saya, komentator juga berkesimpulan kalau syamsir alam belum memberikan apapun. alvian sang pemain internasional juga belum terlalu menunjang tim. ramdhani, okto, dan diego pun belum bisa jadi senior yang baik. namun nama tak terlalu ramai seperti david lali atau andri ibo cukup menggetarkan kuduk lawan dengan perawakannya. nama yang jarang bergaung macam aldair ternyata cukup punya potensi. pemain macam rifki pelu juga boleh jadi harapan ke depan di samping andik. tombak semisal malau atau gultom tadi juga menjanjikan.
sayang cakar garuda muda belum terasah. banyaknya peluang namun minim gol ini mirip timnasnya nil maizar.
ini memang cuma seleksi dan tryout, hasil dari lawan sekelas brunai juga tak baik. tapi tiba-tiba saya merasa ada gairah di tim ini dengan banyaknya kompetitor.
ayo para pemuda, beri yang terbaik buat garuda kali ini. jangan jago twiteran saja!
15 August 2013 | 23:38
Bila Pemain Naturalisasi Main Semua….
malam ini satu lagi pemain naturalisasi bermain untuk timnas. yups,
stevano lilipaly akhirnya melakukan debut resminya untuk timnas.
sebelumnya, mari kita daftarkan pemain naturalisasi di 3 tahun terakhir.
pertama tentunya sang maestro christian gonzales yang diikuti dengan irfan bachdim di aff cup 2010. setelahnya diego michaels hadir mewarnai timnas di sea games 2011. kemudian masuklah tony cusell lilipaly, van boukering, dan raphael maitimo di aff cup 2012. greg nwokolo dan vicktor ikbonevo yang sudah lama dinaturalisasi baru bisa berdebut saat pssi berhasil direbut kpsi, terlambat memang, namun akhirnya jadi juga. terakhir, sebelum malam ini, sergio van dijk berdebut untuk timnas di pra piala asia untuk gelaran mendatang.
yang mengusik saya, kenapa sih mereka semua tak pernah main bersama. gonzales masih bergaung di isl, tapi jft seperti tak suka. pun trio aff cup lalu seperti hilang dari ingar-bingar sepakbola nasional kecuali tuk rafael. bachdim jua sepertinya dilupakan atau memang bukan favorit jft ataupun rd.
saya coba meramu sebuah formasi yang bisa menampilkan mereka semua. plus beberapa pemain nasional untuk menambal kekurangan.
karena tak ada kiper, mari kita beri mega. di belakang, ikbonevo jadi center bek. michaels bisa jadi bek kiri dipadu maitimo di bek kanan. di depannya berdiri tony cusell sebagai jangkar, bachdim di gelandang kiri, greg masuk jadi gelandang kanan. stevano lilipali jadi play maker, diikuti trisula dijk, baukering, dan gonzales.
aha, formasi 3-4-3 cukup menjanjikan kali ini. kalau sudah begini, bintang natural siap melapis di banch: okto, tibo, patrice, andik, mofu, robby, bustomi, dll.
astaga, sebetulnya seru yah kalau sesekali dilaksanakan eksebisi dengan tampilan format saya di atas. para pemain itu juga saya rasa tak terlalu renta, walau boukering dulu tak tampak terlalu hebat.
gimana menurut kompasioner lain. ini angan saya saja sih, maklum kebanyakan nonton tokusatsu jepang seumpama kamen rider/super sentai yang suka buat scane reuni para jagoan di film terbarunya.
15 August 2013 | 00:09
pertama tentunya sang maestro christian gonzales yang diikuti dengan irfan bachdim di aff cup 2010. setelahnya diego michaels hadir mewarnai timnas di sea games 2011. kemudian masuklah tony cusell lilipaly, van boukering, dan raphael maitimo di aff cup 2012. greg nwokolo dan vicktor ikbonevo yang sudah lama dinaturalisasi baru bisa berdebut saat pssi berhasil direbut kpsi, terlambat memang, namun akhirnya jadi juga. terakhir, sebelum malam ini, sergio van dijk berdebut untuk timnas di pra piala asia untuk gelaran mendatang.
yang mengusik saya, kenapa sih mereka semua tak pernah main bersama. gonzales masih bergaung di isl, tapi jft seperti tak suka. pun trio aff cup lalu seperti hilang dari ingar-bingar sepakbola nasional kecuali tuk rafael. bachdim jua sepertinya dilupakan atau memang bukan favorit jft ataupun rd.
saya coba meramu sebuah formasi yang bisa menampilkan mereka semua. plus beberapa pemain nasional untuk menambal kekurangan.
karena tak ada kiper, mari kita beri mega. di belakang, ikbonevo jadi center bek. michaels bisa jadi bek kiri dipadu maitimo di bek kanan. di depannya berdiri tony cusell sebagai jangkar, bachdim di gelandang kiri, greg masuk jadi gelandang kanan. stevano lilipali jadi play maker, diikuti trisula dijk, baukering, dan gonzales.
aha, formasi 3-4-3 cukup menjanjikan kali ini. kalau sudah begini, bintang natural siap melapis di banch: okto, tibo, patrice, andik, mofu, robby, bustomi, dll.
astaga, sebetulnya seru yah kalau sesekali dilaksanakan eksebisi dengan tampilan format saya di atas. para pemain itu juga saya rasa tak terlalu renta, walau boukering dulu tak tampak terlalu hebat.
gimana menurut kompasioner lain. ini angan saya saja sih, maklum kebanyakan nonton tokusatsu jepang seumpama kamen rider/super sentai yang suka buat scane reuni para jagoan di film terbarunya.
15 August 2013 | 00:09
Timnas Bersatu Menang, Namun Gairah Belum Memuncak! (Catatan Atas Kunjungan Filipina)
akhirnya timnas menang juga. entah ini buah dari gerusan eropa di 4 laga
sebelumnya atau memang filipina saja yang memang di bawah kita? yang
jelas dua gol kemenangan malam ini jadi fakta yang bisa diapresiasi
macam-macam.
buat saya, jft telah menikmati buah dari eksperimennya saat kontra liverpool lalu. tak memaksakan persipura conection, tak ngotot harus isl jeger di starting eleven, namun percaya pada siapapun pemain yang pas di skemanya. akhirnya, anak-anak nil maizar plus putra dari ipl juga ditampilkan manakala siap. hasilnya, yah tim terbaik indonesia saat ini boleh disebut. bukan yang terbaik dari masa ke masa memang, tapi inilah adanya bila ukuran saat ini yang digunakan.
selain hal diatas, apresiasi patut diberi pada stevano lilipaly yang melakukan debutnya dengan satu assist untuk gol greg nwokolo. juga aksi set piece muhammad robby perlu diacungi jempol. namun imbauan mourinho tempo hari perlu didalami para pemain lebih dalam lagi. gairah, yah kata itu memang ada di laga ini karena sudah terlalu sering garuda disengat. namun gairah itu belum memuncak. mungkin karena eventnya kurang cantik-hanya laga persahabatan walau resmi-jadinya seperti tak seru-seru amat.
timnas memang menang. tapi ini laga kandang. bila di kandang lawan, gairah seperti hari ini pasti tidak cukup untuk meraih hasil positif. menang memang, namun tak ada pola menarik khusus yang saya cerna dari aksi timnas malam ini.
padahal, melihat limpahan talenta, harusnya kita bisa menampilkan semua potensi. bila boas down kita masih ada patrice dan titus, pun andik vermansyah masih begitu cepat. di luar tim masih ada nama besar macam bachdim, okto, atau syamsir yang bisa beri gairah muda yang menggigit.
tak salah banyak timnas malam ini. namun harusnya kita lebih maju lagi dari hasil malam ini. belum semua potensi kalian beri, namun terima kasih untuk keringat kalian tuk negeri.
jadi indonesia, ini kado ultahmu dari timnas: skor 2-0 dan keniscayaan akan membaiknya peringkatmu di fifa bulan depan.
salam merah putih, selamat malam.
14 August 2013 | 23:27
buat saya, jft telah menikmati buah dari eksperimennya saat kontra liverpool lalu. tak memaksakan persipura conection, tak ngotot harus isl jeger di starting eleven, namun percaya pada siapapun pemain yang pas di skemanya. akhirnya, anak-anak nil maizar plus putra dari ipl juga ditampilkan manakala siap. hasilnya, yah tim terbaik indonesia saat ini boleh disebut. bukan yang terbaik dari masa ke masa memang, tapi inilah adanya bila ukuran saat ini yang digunakan.
selain hal diatas, apresiasi patut diberi pada stevano lilipaly yang melakukan debutnya dengan satu assist untuk gol greg nwokolo. juga aksi set piece muhammad robby perlu diacungi jempol. namun imbauan mourinho tempo hari perlu didalami para pemain lebih dalam lagi. gairah, yah kata itu memang ada di laga ini karena sudah terlalu sering garuda disengat. namun gairah itu belum memuncak. mungkin karena eventnya kurang cantik-hanya laga persahabatan walau resmi-jadinya seperti tak seru-seru amat.
timnas memang menang. tapi ini laga kandang. bila di kandang lawan, gairah seperti hari ini pasti tidak cukup untuk meraih hasil positif. menang memang, namun tak ada pola menarik khusus yang saya cerna dari aksi timnas malam ini.
padahal, melihat limpahan talenta, harusnya kita bisa menampilkan semua potensi. bila boas down kita masih ada patrice dan titus, pun andik vermansyah masih begitu cepat. di luar tim masih ada nama besar macam bachdim, okto, atau syamsir yang bisa beri gairah muda yang menggigit.
tak salah banyak timnas malam ini. namun harusnya kita lebih maju lagi dari hasil malam ini. belum semua potensi kalian beri, namun terima kasih untuk keringat kalian tuk negeri.
jadi indonesia, ini kado ultahmu dari timnas: skor 2-0 dan keniscayaan akan membaiknya peringkatmu di fifa bulan depan.
salam merah putih, selamat malam.
14 August 2013 | 23:27
Selasa, 13 Agustus 2013
Pro Duta Dijamu Hamburg SV?
Barusan lihat MNC ada suara komentator bola. Kirain ada partai apa, eh ternyata judul saya di atas itu yang jadi acara.
Angin apa yah, kok bisa klub “liga tarkam” itu ke Eropa? Itu klub bundesliga kok mau yah? Adakah ini sebuah kampanye independensi sebuah klub antah berantah? Sayang bukan klub liga laki fearless yang main.
Walau tak tercatat di soccerway ataupun livescore tak apalah….
Dengan tampilan persis sesi training di game PES atau Winning Eleven, yuk kita saksikan!
Angin apa yah, kok bisa klub “liga tarkam” itu ke Eropa? Itu klub bundesliga kok mau yah? Adakah ini sebuah kampanye independensi sebuah klub antah berantah? Sayang bukan klub liga laki fearless yang main.
Walau tak tercatat di soccerway ataupun livescore tak apalah….
Dengan tampilan persis sesi training di game PES atau Winning Eleven, yuk kita saksikan!
13 August 2013 | 23:14
Langganan:
Postingan (Atom)