kata pepatah, makin berisi makin merunduk. makin banyak tahu sesuatu, makin banyak perasaan tidak tahu.
ini cerita bola lagi kok.
waktu belum ada harian topskor, waktu tabloid bola cuma terbit
setiap jumat, atau sebut saja eranya koran "go" masih jaya, entah
mengapa pengetahuan sepakbola saya lumayan padat.
bacaan cuma bola/go/majalah sportif, program televisi juga cuma
planet football di rcti. paling2 lensa olahraga antv yang sekali2 bisa
ditonton (secara tayang tengah malam). tapi, kalau diajak bicara bola
rasanya diri ini ngelotok. rasanya, yah rasanya....
***
kini ada topskor yang jadi bacaan harian, kurang? masih ada tabloid
bola. kolom2 berita olahraga kompas, harian tempo, atau investor daily
juga bisa kasih info. di tv? kayaknya hari sabtu-minggu, bahkan tiap
malam dan pagi hari acara2 sportainment bola beseliweran. internet juga
memberi info yang tak kurang. apa saja mau dicari silakan. statistik
detail pemain model game footbal/champions manager juga ada. tapi, dari
semua yang saya baca dan tonton itu, saya rasanya tak ngelotok lagi soal
sepakbola.
silakan suruh saya mengingat lazio musim 2000-2002, mungkin saya
bisa cerita banyak tentang starting eleven dan mercato yang terjadi
selain prestasi. tapi bicara lazio saat ini, bahkan saya tak terlalu
yakin managernya sudah zola atau masih tetap reja. kenapa lazio? karena
itu tim saya!
garis-garis besar memang saya tahu, tapi detail2 cerita sepertinya tak lagi sensitif.
entah ketakngelotokan ini karena memang makin berisi atau makin tak
peduli, yang jelas era informasi malah terasa mengucilkan diri dari
cerita yang memang perlu.
lazio saat ini labil. tersingkir dari piala uefa, pun kalah 1-5 dari
palermo menghantam skuad yang compang-camping akibat badai cedera dan
terbatasnya isi skuad hasil jendela transfer. reja dikabarkan undur diri
tapi tak jadi. presiden lolito sudah sepakat dengan zola tapi jadi
aneh, dan serunya: matchday di hadapan adala derby versus il luppi.
klose dkk mungkinkah beri hasil bagus? selamat meledak ibukota negeri pizza!
Wednesday, 29 February 2012 at 09:05
Rabu, 29 Februari 2012
Selasa, 28 Februari 2012
negeri ngeri
beberapa tahun lalu, saat memposting ironi keterbelakangan negeri ini di
forum yahoogroup teman2 sekolah, banyak komentar pedas yang masuk.
rata2 mereka menafikan ironi itu dengan tetap berpandangan ke atas pada
sebuah optimisme sebagai anak muda, dan sengaja atau tidak tak peduli
dengan tempat berpijak di bawah yang penuh hal menjijikkan. sebetulnya
saya sadar, mereka tidak salah. mereka tentu lebih tertarik untuk terus
berjuang dan bergerak ketimbang diam menangisi kebobrokan yang ada.
optimisme anak muda memang harusnya demikian. pribadi yang skeptis namun
terus berusaha maju memang aksi nyata, ketimbang kehati-hatian yang
apatis. walau detail, apa gunanya bila tak ada aksi nyata.
oke, dan hari ini, lagi2 saya merasa akan bercerita dengan muatan ironi. entah akan apa komentar yang muncul. mungkin malah tak ada komentar lagi karena tak terbaca, notabene teman2 yang biasa mengkritisi sudah berlarian ke sosial media tetangga, twitter.
***
negeri ngeri, dua kata itu cuma beda jumlah hurufnya saja. fonem yang ada sama 5, beda urutan juga pembeda deh. itu cuma pilihan estetik saja.
negeri ini mengerikan sesungguhnya bila ditelisik. pemimpinnya sudah tidak amanah, lihat berapa banyak penghujatnya. namun pemimpin negeri ini tak terganggu kondisi itu. betapapun dihujat, bak anjing menggonggong, mereka tetap menjalankan semua kebijakannya.
kepemimpinan yang tak amanah itu bisa berjalan terus karena rakyat yang membenci lebih memilih skeptis, yang penting perut terisi. rakyat sudah bosan berjuang untuk kesiasiaan yang statis. tapi, di sinilah penyakit baru muncul.
rakyat yang adem-ayem menjalani regulasi otak yang tak amanah malah terus disudutkan dengan anggota tubuhnya yang lain yang jadi regulator partikelir atas kegiatan premanisme. dan belakangan, premanisme itu makin brutal bekerja membusuki organ2 dalam tubuh sang rakyat.
kini, soal sepakbola saja pemerintah tak bisa bertindak tegas, apalagi soal menindak premanisme yang ternyata akarnya begitu dalam dan aksinya menyeramkan. begidik saya, bagaimana anda?
Tuesday, 28 February 2012 at 16:53
oke, dan hari ini, lagi2 saya merasa akan bercerita dengan muatan ironi. entah akan apa komentar yang muncul. mungkin malah tak ada komentar lagi karena tak terbaca, notabene teman2 yang biasa mengkritisi sudah berlarian ke sosial media tetangga, twitter.
***
negeri ngeri, dua kata itu cuma beda jumlah hurufnya saja. fonem yang ada sama 5, beda urutan juga pembeda deh. itu cuma pilihan estetik saja.
negeri ini mengerikan sesungguhnya bila ditelisik. pemimpinnya sudah tidak amanah, lihat berapa banyak penghujatnya. namun pemimpin negeri ini tak terganggu kondisi itu. betapapun dihujat, bak anjing menggonggong, mereka tetap menjalankan semua kebijakannya.
kepemimpinan yang tak amanah itu bisa berjalan terus karena rakyat yang membenci lebih memilih skeptis, yang penting perut terisi. rakyat sudah bosan berjuang untuk kesiasiaan yang statis. tapi, di sinilah penyakit baru muncul.
rakyat yang adem-ayem menjalani regulasi otak yang tak amanah malah terus disudutkan dengan anggota tubuhnya yang lain yang jadi regulator partikelir atas kegiatan premanisme. dan belakangan, premanisme itu makin brutal bekerja membusuki organ2 dalam tubuh sang rakyat.
kini, soal sepakbola saja pemerintah tak bisa bertindak tegas, apalagi soal menindak premanisme yang ternyata akarnya begitu dalam dan aksinya menyeramkan. begidik saya, bagaimana anda?
Tuesday, 28 February 2012 at 16:53
lozerpool? no, it's liverpool.
semalam final piala liga
inggris menampilkan persaingan yang mendebarkan. saya memang tak
menonton sepenuhnya lantaran bertepatan dengan deadline. tepat menit 90
saya cek skor masih 1-1, sebelum akhirnya saya turun dari lantai 11
citra graha, lalu melanjutkan langkah ke rumah dengan supra fit yang
sudah hampir 7 tahun menemani saya.
sampai di rumah, ternyata laga belu usai. pemain berkostum merah itu berangkulan di sisi deret biru yang juga berangkulan. mereka harus menjalani sisa laga dengan adu keberuntungan.
***
steven gerrard membuka babak dengan kegagalan...., semua terdiam hingga saat setelah glen johnson membawa si merah unggul 3-2. bakal panjang ke tambahan penalti nampaknya, penendang terakhir cardiff cukup dingin untuk menyamakan keadaan. antonio gerrard kalau tidak salah nama penendang itu, sepupu beda nasib dari pembuka babak.... reina bergerak ke kanan, gagal: liverpool juara!
yah, mereka juara lagi. kini liverpool kembali jadi nomor 1 di inggris (setidaknya malam tadi).
***
saya mengenal liverpool di era spice girl tenar. muka2 ganteng liverpool era itu didaulat jadi space boys. kalau tak salah robbie fowler, steve macmanneman, jason mcatear, stan collymore, patrick berger, dan jimmy redknapp adalah young gun waktu itu (maaf kalau salah ketik). kemenarikan mereka sempat membuat saya yang masih ababil melirik. sayang gelar tak kunjung diraih, kebesaran prestasi rupanya sudah lewat masa lalu dan pergi setelah itu. kalah dari man united, arsenal, dan chelsea, perhatian jua tak ke si merah.
sempat berasa di era owen-heskey-smicer dalam manjaan litmanen dan raih treble winners tanpa gelar liga (uefa cup, cahaling cup, dan fa cup), kemudian liverpool cuma kena tanggung saja dalam persaingan tahun ke tahun. walau pernah heroik di piala champions 2006 kalau tak salah (bangkit setelah ketinggalan 0-3 dari milan), predikat ejekan loozerpool rasanya pas pada si merah yang tak kunjung konsisten.
tapi semalam aura baru menghenyak. merah masih ada rupanya, tak hanya mimpi angka 18 semata. glory liverpool!
sampai di rumah, ternyata laga belu usai. pemain berkostum merah itu berangkulan di sisi deret biru yang juga berangkulan. mereka harus menjalani sisa laga dengan adu keberuntungan.
***
steven gerrard membuka babak dengan kegagalan...., semua terdiam hingga saat setelah glen johnson membawa si merah unggul 3-2. bakal panjang ke tambahan penalti nampaknya, penendang terakhir cardiff cukup dingin untuk menyamakan keadaan. antonio gerrard kalau tidak salah nama penendang itu, sepupu beda nasib dari pembuka babak.... reina bergerak ke kanan, gagal: liverpool juara!
yah, mereka juara lagi. kini liverpool kembali jadi nomor 1 di inggris (setidaknya malam tadi).
***
saya mengenal liverpool di era spice girl tenar. muka2 ganteng liverpool era itu didaulat jadi space boys. kalau tak salah robbie fowler, steve macmanneman, jason mcatear, stan collymore, patrick berger, dan jimmy redknapp adalah young gun waktu itu (maaf kalau salah ketik). kemenarikan mereka sempat membuat saya yang masih ababil melirik. sayang gelar tak kunjung diraih, kebesaran prestasi rupanya sudah lewat masa lalu dan pergi setelah itu. kalah dari man united, arsenal, dan chelsea, perhatian jua tak ke si merah.
sempat berasa di era owen-heskey-smicer dalam manjaan litmanen dan raih treble winners tanpa gelar liga (uefa cup, cahaling cup, dan fa cup), kemudian liverpool cuma kena tanggung saja dalam persaingan tahun ke tahun. walau pernah heroik di piala champions 2006 kalau tak salah (bangkit setelah ketinggalan 0-3 dari milan), predikat ejekan loozerpool rasanya pas pada si merah yang tak kunjung konsisten.
tapi semalam aura baru menghenyak. merah masih ada rupanya, tak hanya mimpi angka 18 semata. glory liverpool!
Monday, 27 February 2012 at 09:25
sepakbola bulan merah jambu
tak terasa sudah memasuki akhir bulan februari yang sempat merah jambu
lantaran event valentine. hari yang menjadi momok buat murid2 kelas ix
saya-UN-makin dekat, pun hari penantian keluarga kami akan waktu
persalinan istri dan kakak saya. tak terasa hampir 2 bulan 2012 ini
terjelajahi, syukurlah esok gaji sudah bisa diambil, he3.
dunia politik jelas memuakkan buat diurai, maka catatan sepakbola bulan ini coba saya ceritakan.
dari dalam negeri, pssi-kpsi sempat adem kala menpora meminta rekonsiliasi, namun akhirnya mentah lagi. akhir maret akan keluar siapa pemenangnya, kita tunggu saja. persipura yang dapat angin surga tuk lolos ke LCA langsung keok di tangan klub australia, adelaide utd, tapi masih harap2 cemas tuk tetap lolos lewat jalur sanksi untuk tim lawan menyangkut ketidakabsahan pemain saat laga. lpi dan lsi mumet tuk diikuti. arema lpi kacau, psms ipl dan isl sama kacrutnya dalam pemberitaan yang sekilas2 saya tangkap. yang baik adalah terlepas dari muatannya, timnas berjenjang mulai diwujudkan pssi, bahkan aksi timnas u-21 di brunei saat ini bisa dijual ke tv. laga starbol sudah saya urai sebelumnya.
dari asia? tak terlalu ramai, yang jelas kegagalan bintang asia koisuke honda pindah ke lazio masih mengganjal laziale penulis catatan ini.
langsung ke dunia, tak terlalu heboh bulan ini. jadi, mari langsung turun lagi ke sekup benua, tepatnya eropa.
yup, piala eropa sudah di depan mata. liburan sekolah nanti pasti seru menikmati aksi 16 tim terbaik eropa. tapi, februari telah menceraikan capello dari timnas inggris. kita nanti saja.
dari piala champions, sepertinya kejutan 16 besar yang sudah setengah jalan hanya kemungkinan punahnya harapan inggris lewat chelsea dan arsenal yang digebuk telak napoli dan milan. piala uefa ramai saat ini, walau lazio akhirny kandas, duo manchester siap menyajikan final impian.
dari italia, juve-milan berebut tahta, sementara lazio-udinese lagi2 berebut 1 tiket piala champions tersisa. inter benar2 lemah syahwat buln ini.
dari spanyol? oke, saya lanjut @komen aja.
oke, spanyol kali ini menyajikan kesenjangan tingkat tinggi dengan selisih 10 poin antara pimpinan klasemen dan pengejarnya. madrid aman minimal 3 matchday di puncak, sementara barcelona mulai dipaksa mencari gelar alternatif.
dari inggris, manchester city masih aman di puncak, walau keunggulan yang cuma 2 poin berisiko disalip manchester united sewaktu-waktu. yang hebat adalah tottenham, karena slot 3 liga champions aman dalam genggaman merujuk hasil saat ini. teraneh mungkin adalah terlemparnya chelsea-arsenal-liverpool dari slot liga champions, ketiganya sepertinya hanya akan berebut tempat keempat semata. andre villas-boas dan arsene wenger mungkin perlu dievaluasi kinerjanya, walau pekan terakhir februari ini dapat poin sempurna. dalglish sendiri mungkin bisa tertawa atas gelar piala liga semalam. tiket eropa musim depan sudah ada di tangan (walau cuma kasta kedua).
liga jerman, belanda, prancis, atau portugal belum menyita perhatian saat ini. oke deh.
Monday, 27 February 2012 at 08:54
dunia politik jelas memuakkan buat diurai, maka catatan sepakbola bulan ini coba saya ceritakan.
dari dalam negeri, pssi-kpsi sempat adem kala menpora meminta rekonsiliasi, namun akhirnya mentah lagi. akhir maret akan keluar siapa pemenangnya, kita tunggu saja. persipura yang dapat angin surga tuk lolos ke LCA langsung keok di tangan klub australia, adelaide utd, tapi masih harap2 cemas tuk tetap lolos lewat jalur sanksi untuk tim lawan menyangkut ketidakabsahan pemain saat laga. lpi dan lsi mumet tuk diikuti. arema lpi kacau, psms ipl dan isl sama kacrutnya dalam pemberitaan yang sekilas2 saya tangkap. yang baik adalah terlepas dari muatannya, timnas berjenjang mulai diwujudkan pssi, bahkan aksi timnas u-21 di brunei saat ini bisa dijual ke tv. laga starbol sudah saya urai sebelumnya.
dari asia? tak terlalu ramai, yang jelas kegagalan bintang asia koisuke honda pindah ke lazio masih mengganjal laziale penulis catatan ini.
langsung ke dunia, tak terlalu heboh bulan ini. jadi, mari langsung turun lagi ke sekup benua, tepatnya eropa.
yup, piala eropa sudah di depan mata. liburan sekolah nanti pasti seru menikmati aksi 16 tim terbaik eropa. tapi, februari telah menceraikan capello dari timnas inggris. kita nanti saja.
dari piala champions, sepertinya kejutan 16 besar yang sudah setengah jalan hanya kemungkinan punahnya harapan inggris lewat chelsea dan arsenal yang digebuk telak napoli dan milan. piala uefa ramai saat ini, walau lazio akhirny kandas, duo manchester siap menyajikan final impian.
dari italia, juve-milan berebut tahta, sementara lazio-udinese lagi2 berebut 1 tiket piala champions tersisa. inter benar2 lemah syahwat buln ini.
dari spanyol? oke, saya lanjut @komen aja.
oke, spanyol kali ini menyajikan kesenjangan tingkat tinggi dengan selisih 10 poin antara pimpinan klasemen dan pengejarnya. madrid aman minimal 3 matchday di puncak, sementara barcelona mulai dipaksa mencari gelar alternatif.
dari inggris, manchester city masih aman di puncak, walau keunggulan yang cuma 2 poin berisiko disalip manchester united sewaktu-waktu. yang hebat adalah tottenham, karena slot 3 liga champions aman dalam genggaman merujuk hasil saat ini. teraneh mungkin adalah terlemparnya chelsea-arsenal-liverpool dari slot liga champions, ketiganya sepertinya hanya akan berebut tempat keempat semata. andre villas-boas dan arsene wenger mungkin perlu dievaluasi kinerjanya, walau pekan terakhir februari ini dapat poin sempurna. dalglish sendiri mungkin bisa tertawa atas gelar piala liga semalam. tiket eropa musim depan sudah ada di tangan (walau cuma kasta kedua).
liga jerman, belanda, prancis, atau portugal belum menyita perhatian saat ini. oke deh.
Monday, 27 February 2012 at 08:54
Minggu, 26 Februari 2012
cerita varian sepakbola
Kemarin malam tentu beberapa dari kita terhibur dengan aksi Starbol
di RCTI. berangkat dari hadirnya nama-nama tenar bintang-bintang dunia,
perhatian pun sejenak dihamparkan ke layar kaca.
Menghibur sesungguhnya, namun sayang tak menguntungkan nampaknya buat panitia penyelenggara melihat animo penonton di Istora tak meriah. Deret kursi kosong menjadi saksi bisu penampilan bintang dunia masa lalu yang coba menghibur masyarakat kita dengan aksinya. Sayang aksi Davids, Pires, Materazzi, Canavaro, Denilson, dan Amaral plus bintang-bintang lokal macam Kurniawan, Bimasakti, Okto Maniani, atau Kim Kurniawan itu hanya begitu saja lewat. Beberapa memang menonton dari televis, namun jelas kemeriahannya tak ada.
Kenapa? karena 2 sebab menurut saya.
Pertama, karena bangsa kita tak memiliki ketertarikan dengan laga-laga eksebisi. Ingat aksi bintang dunia model Dunga yang hadir dalam event XL untuk pengumpulan dana korban bencana Aceh, jua aksi "Milan Tua" lawan bintang2 timnas masa lalu, jelas eksebisi bukanlah sebuah event yang mengundang animo.
Kedua, event semalam tak dilangsungkan di lapangan hijau. Meski anak2 muda negeri ini berhasil dipropaganda akan olahraga miniatur sepakbola bernama futsal, masyarakat pada umumnya tetap menyatakan sepakbola lapangan hijaulah yang benar2 punya nyawa untuk dijadikan tontonan. Lihat saja turnamen2 futsal, sebesar apapun kemeriahannya, takkan pernah ada GOR penyelenggaraan yang penuh sesak saat laga final digelar, yah kira2 hanya seperti isi istora semalam deh. Futsal mungkin alternatif buat olahraga, tapi bukan sebagai tontonan.
Lebih dari itu, yang digelar dalam laga Starbol semalam bukan futsal, tapi indoor soccer.
Banyak orang Indonesia mungkin (apalagi anak gaul masa kini) mengira varian dari sepakbola yang paling mendunia adalah futsal. Bisa saja ya memang karena ada Piala Dunia-nya. Tapi, di negara seperti Brasil dan Eropa, bukan cuma futsal yang berkembang. Ada 2 lagi yang saya tahu, semisal indoor soccer dan sepakbola pantai.
Kalau pernah main konsol Sega, di Fifa '97 ada pilihan main indoor/outdoor sebelum memulai permainan, jadi indoor soccer semodel laga Starbol semalam sudah lebih dulu dipopulerkan.

Mungkin game model futsal bisa juga dipadankan dengan game Nintendo lama banget berjudul "Soccer" yang orangnya cuma 5/6 satu tim, tapi tampaknya itu bukan pengejahwantah olahraga futsal sebagai varian sepakbola di video game.

Buat saya itu lebih pada keterbatasan grafis saat itu dalam membuat game. Jadi futsal bisa dibilang populer di negeri ini, tapi belum tentu di dunia.
Eric Cantona selepas pensiun awal-awal juga pernah jadi duta olahraga varian sepakbola bertajuk "sepakbola pantai".

Di Jakarta sempat juga populer olahraga ini dengan nama "sepakbola pasir", yang bisa dimainkan di Senayan sebelum propaganda futsal merajalela.

Singkatnya, dalam catatan ini saya mau bilang, varian sepakbola itu cukup banyak. Dengan konsep 2 gawang yang masing-masing dijaga dan diserang, maka varian sport game ini makin luas, karena basket, hoki, polo air, atau main pukul2an pin di meja listrik ala game center juga masuk. Sebagai varian sepakbola, baik indoor soccer, bola pasir, atau pun futsal bisa saja sebagai sarana penyaluran hobi, namun seperti sebelumnya, saya mau ingatkan: sepakbola tetap sepakbola, dan variannya bukan real soccer. Bangsa ini belum mau menerima, dan nampaknya takkan bisa menerima.

Saran saya pada merbaknya futsal saat ini: wahai anak muda, kembalilah ke sepakbola. Mana mungkin kalian mengembangkan bakat tenis di atas meja pingpong. Bila hobi sepakbola, bermainlah sepakbola lapangan asli, 11 vs 11. Terganggu dengan keterbatasan lahan? Usaha dong, jangan mau terpropaganda, yang akhirnya buat para anak muda bangsa terima saja diberi lahan seadanya sama pengembang untuk lahan olahraga, senang, dan tak pernah main bola lagi. Futsal boleh saja buat iseng, tapi takkan mengembangkan keterampilan bersepakbola, tak ada offside di sana, tak ada upan lambung bertenaga di sana, dan tak ada sukacita suporter sesungguhnya di lapangan beton itu (walau sudah dikarpeti rumput sintetis).
Monday, 27 February 2012 at 00:31
Menghibur sesungguhnya, namun sayang tak menguntungkan nampaknya buat panitia penyelenggara melihat animo penonton di Istora tak meriah. Deret kursi kosong menjadi saksi bisu penampilan bintang dunia masa lalu yang coba menghibur masyarakat kita dengan aksinya. Sayang aksi Davids, Pires, Materazzi, Canavaro, Denilson, dan Amaral plus bintang-bintang lokal macam Kurniawan, Bimasakti, Okto Maniani, atau Kim Kurniawan itu hanya begitu saja lewat. Beberapa memang menonton dari televis, namun jelas kemeriahannya tak ada.
Kenapa? karena 2 sebab menurut saya.
Pertama, karena bangsa kita tak memiliki ketertarikan dengan laga-laga eksebisi. Ingat aksi bintang dunia model Dunga yang hadir dalam event XL untuk pengumpulan dana korban bencana Aceh, jua aksi "Milan Tua" lawan bintang2 timnas masa lalu, jelas eksebisi bukanlah sebuah event yang mengundang animo.
Kedua, event semalam tak dilangsungkan di lapangan hijau. Meski anak2 muda negeri ini berhasil dipropaganda akan olahraga miniatur sepakbola bernama futsal, masyarakat pada umumnya tetap menyatakan sepakbola lapangan hijaulah yang benar2 punya nyawa untuk dijadikan tontonan. Lihat saja turnamen2 futsal, sebesar apapun kemeriahannya, takkan pernah ada GOR penyelenggaraan yang penuh sesak saat laga final digelar, yah kira2 hanya seperti isi istora semalam deh. Futsal mungkin alternatif buat olahraga, tapi bukan sebagai tontonan.
Lebih dari itu, yang digelar dalam laga Starbol semalam bukan futsal, tapi indoor soccer.
Banyak orang Indonesia mungkin (apalagi anak gaul masa kini) mengira varian dari sepakbola yang paling mendunia adalah futsal. Bisa saja ya memang karena ada Piala Dunia-nya. Tapi, di negara seperti Brasil dan Eropa, bukan cuma futsal yang berkembang. Ada 2 lagi yang saya tahu, semisal indoor soccer dan sepakbola pantai.
Kalau pernah main konsol Sega, di Fifa '97 ada pilihan main indoor/outdoor sebelum memulai permainan, jadi indoor soccer semodel laga Starbol semalam sudah lebih dulu dipopulerkan.
Mungkin game model futsal bisa juga dipadankan dengan game Nintendo lama banget berjudul "Soccer" yang orangnya cuma 5/6 satu tim, tapi tampaknya itu bukan pengejahwantah olahraga futsal sebagai varian sepakbola di video game.
Buat saya itu lebih pada keterbatasan grafis saat itu dalam membuat game. Jadi futsal bisa dibilang populer di negeri ini, tapi belum tentu di dunia.
Eric Cantona selepas pensiun awal-awal juga pernah jadi duta olahraga varian sepakbola bertajuk "sepakbola pantai".
Di Jakarta sempat juga populer olahraga ini dengan nama "sepakbola pasir", yang bisa dimainkan di Senayan sebelum propaganda futsal merajalela.
Singkatnya, dalam catatan ini saya mau bilang, varian sepakbola itu cukup banyak. Dengan konsep 2 gawang yang masing-masing dijaga dan diserang, maka varian sport game ini makin luas, karena basket, hoki, polo air, atau main pukul2an pin di meja listrik ala game center juga masuk. Sebagai varian sepakbola, baik indoor soccer, bola pasir, atau pun futsal bisa saja sebagai sarana penyaluran hobi, namun seperti sebelumnya, saya mau ingatkan: sepakbola tetap sepakbola, dan variannya bukan real soccer. Bangsa ini belum mau menerima, dan nampaknya takkan bisa menerima.
Saran saya pada merbaknya futsal saat ini: wahai anak muda, kembalilah ke sepakbola. Mana mungkin kalian mengembangkan bakat tenis di atas meja pingpong. Bila hobi sepakbola, bermainlah sepakbola lapangan asli, 11 vs 11. Terganggu dengan keterbatasan lahan? Usaha dong, jangan mau terpropaganda, yang akhirnya buat para anak muda bangsa terima saja diberi lahan seadanya sama pengembang untuk lahan olahraga, senang, dan tak pernah main bola lagi. Futsal boleh saja buat iseng, tapi takkan mengembangkan keterampilan bersepakbola, tak ada offside di sana, tak ada upan lambung bertenaga di sana, dan tak ada sukacita suporter sesungguhnya di lapangan beton itu (walau sudah dikarpeti rumput sintetis).
Monday, 27 February 2012 at 00:31
Selasa, 21 Februari 2012
7 Film Nasional yang Bercerita tentang Sepakbola
The Conductors (2008)

Film dokumenter tentang para konduktor, termasuk Yuli Sumpil dari Aremania.
Gara-gara bola (2008)

Cerita tentang pencinta bola yang dikejar-kejar bandar judi.
Golden Goal! (2008)

Film yang agak tak terdeteksi aka gagal, padahal ada Frank Lebeuf dari Prancis.
Romeo Juliet (2009)

Cerita kisah cinta Romeo Persija dengan Juliet persib Bandung.
Garuda di Dadaku (2009)

Kisah si kecil Bayu dalam usahanya meraih izin keluarga untuk bisa bermain bola.
Tendangan dari Langit (2011)

Kisah bocah Langitan menapaki karier profesional di Persema.
Gimana, ada yang tahu film lain?
Garuda di Dadaku 2 (2011)

Cerita lanjutan Bayu yang sudah jadi kapten timnas U-15.
Film dokumenter tentang para konduktor, termasuk Yuli Sumpil dari Aremania.
Gara-gara bola (2008)
Cerita tentang pencinta bola yang dikejar-kejar bandar judi.
Golden Goal! (2008)
Film yang agak tak terdeteksi aka gagal, padahal ada Frank Lebeuf dari Prancis.
Romeo Juliet (2009)
Cerita kisah cinta Romeo Persija dengan Juliet persib Bandung.
Garuda di Dadaku (2009)
Kisah si kecil Bayu dalam usahanya meraih izin keluarga untuk bisa bermain bola.
Tendangan dari Langit (2011)
Kisah bocah Langitan menapaki karier profesional di Persema.
Gimana, ada yang tahu film lain?
Garuda di Dadaku 2 (2011)
Cerita lanjutan Bayu yang sudah jadi kapten timnas U-15.
Film2 tentang sepakbola (siap update)!
Victory (1981) film amerika *sudah nonton
Film tentang penjara era perang dunia, ada Pele ikut bermain.
Hotshot (1987) film amerika *sudah nonton dan sangat pengen nonton lagi
Filmini model Karate Kid ala sepakbola. Tak terlupakan adegan tendangan salto ajaran Pele!
Shoot (1994) film jepang *sudah nonton
Versi film dari komik Shoot, Takuya Kimura maen sebaga Kubo.
When Saturday Comes (1996)
Fever Pitch (1997)
Historias de fútbol (1997)
Soccer Dog: The Movie (1999)
Fußball ist unser Leben/Football Rules Ok (2000)
Uma História de Futebol (2000)
Purely Belter (2000)
There's Only One Jimmy Grimble (2000) film inggris *sudah nonton
Cerita seru tentang seorang anak Manchester pendukung City.
Air Bud: World Pup (2000)
De Zwarte Meteoor (The Black Meteor) (2000)
Mean Machine (2001)
Mike Bassett: England Manager (2001)
Siu Lam Juk Kau/Shaolin Soccer (2001) film mandarin *sudah nonton
Film fantasi dari Mandarin yang rame dengan aksi Stephen Chau.
One Leg Kicking (2001)
Bend It Like Beckham (2002) film inggris *sudah nonton
Cerita tentang gadis India di Inggris yang mau jadi pemain sepakbola.
3 zéros (2002) film prancis *sudah nonton
Film tentang agen sepakbola yang kembali turun gunung di Prancis.
Soccer Days (2003)
Días de fútbol (2003)
Sagai United (2004) film thailand *sudah nonton
Tentang tim pedalaman Thailand yang ikut liga nasional.
The Football Factory (2004)
Soccer Dog: European Cup (2004)
Hooligans (2005) film inggris *sudah nonton
Tentang hooligan klub West Ham di Inggris.
Goal! (2005) film amerika *sudah nonton
Film oke petualangan Santiago Munez di Newcastle.
Kicking & Screaming (2005) film amerika *sudah nonton
Film komedi tentang tim sepakbola anak-anak yang diasuh pelatih pecundang.
Offside (2006)
We Are Marshall (2006)
Homeless FC (2007)
Soccer Dog (2007)
Goal II: Living the Dream (2007) film amerika *sudah nonton
Lanjutan petualangan Santiago Munez yang sudah pindah ke Real Madrid.
In the Hands of the Gods (2007) film amerika *sudah nonton
Film petualangan semi dokumenter 4 orang pemuda yang mau ketemu Maradona.
Futbaal: The Price of Dreams (2007)
Her Best Move (2007) film amerika *sudah nonton
Film keluarga tentang seorang gadis yang ingin jadi pesepakbola di Amerika.
Amore, bugie e calcetto (2008)
Soccer Mom (2008)
The Conductors (2008) film indonesia *sudah nonton
Film dokumenter tentang para konduktor, termasuk Yuli Sumpil dari Aremania.
Golden Goal! (2008) film indonesia
Gara-gara bola (2008) film indonesia *sudah nonton
Cerita tentang pencinta bola yang dikejar-kejar bandar judi.
Goal! III (2009) film amerika *sudah nonton
Tentang petualangan teman-teman Munez di Piala Dunia 2010, Inggris juara Piala Dunia.
Looking for Eric (2009)
Romeo Juliet (2009) film indonesia *sudah nonton
Cerita kisah cinta Romeo Persija dengan Juliet persib Bandung.
Garuda di Dadaku (2009) film indonesia *sudah nonton
Kisah si kecil Bayu dalam usahanya meraih izin keluarga untuk bisa bermain bola.
The Damned United (2009) film inggris *sudah nonton
Kisah semidokumenter pelatih Liga Inggris era '70-80-an.
United (2011) film inggris *sudah nonton
Film tentang tragedi Munich yang menewaskan pemain-pemain Man United 1958 lalu.
Tendangan dari Langit (2011) film indonesia *sudah nonton
Kisah bocah Langitan menapaki karier profesional di Persema.
Garuda di Dadaku 2 (2011) film indonesia *sudah nonton
Cerita lanjutan Bayu yang sudah jadi kapten timnas U-15.
The Soccer Nanny (2011)
Film tentang penjara era perang dunia, ada Pele ikut bermain.
Hotshot (1987) film amerika *sudah nonton dan sangat pengen nonton lagi
Filmini model Karate Kid ala sepakbola. Tak terlupakan adegan tendangan salto ajaran Pele!
Shoot (1994) film jepang *sudah nonton
Versi film dari komik Shoot, Takuya Kimura maen sebaga Kubo.
When Saturday Comes (1996)
Fever Pitch (1997)
Historias de fútbol (1997)
Soccer Dog: The Movie (1999)
Fußball ist unser Leben/Football Rules Ok (2000)
Uma História de Futebol (2000)
Purely Belter (2000)
There's Only One Jimmy Grimble (2000) film inggris *sudah nonton
Cerita seru tentang seorang anak Manchester pendukung City.
Air Bud: World Pup (2000)
De Zwarte Meteoor (The Black Meteor) (2000)
Mean Machine (2001)
Mike Bassett: England Manager (2001)
Siu Lam Juk Kau/Shaolin Soccer (2001) film mandarin *sudah nonton
Film fantasi dari Mandarin yang rame dengan aksi Stephen Chau.
One Leg Kicking (2001)
Bend It Like Beckham (2002) film inggris *sudah nonton
Cerita tentang gadis India di Inggris yang mau jadi pemain sepakbola.
3 zéros (2002) film prancis *sudah nonton
Film tentang agen sepakbola yang kembali turun gunung di Prancis.
Soccer Days (2003)
Días de fútbol (2003)
Sagai United (2004) film thailand *sudah nonton
Tentang tim pedalaman Thailand yang ikut liga nasional.
The Football Factory (2004)
Soccer Dog: European Cup (2004)
Hooligans (2005) film inggris *sudah nonton
Tentang hooligan klub West Ham di Inggris.
Goal! (2005) film amerika *sudah nonton
Film oke petualangan Santiago Munez di Newcastle.
Kicking & Screaming (2005) film amerika *sudah nonton
Film komedi tentang tim sepakbola anak-anak yang diasuh pelatih pecundang.
Offside (2006)
We Are Marshall (2006)
Homeless FC (2007)
Soccer Dog (2007)
Goal II: Living the Dream (2007) film amerika *sudah nonton
Lanjutan petualangan Santiago Munez yang sudah pindah ke Real Madrid.
In the Hands of the Gods (2007) film amerika *sudah nonton
Film petualangan semi dokumenter 4 orang pemuda yang mau ketemu Maradona.
Futbaal: The Price of Dreams (2007)
Her Best Move (2007) film amerika *sudah nonton
Film keluarga tentang seorang gadis yang ingin jadi pesepakbola di Amerika.
Amore, bugie e calcetto (2008)
Soccer Mom (2008)
The Conductors (2008) film indonesia *sudah nonton
Film dokumenter tentang para konduktor, termasuk Yuli Sumpil dari Aremania.
Golden Goal! (2008) film indonesia
Gara-gara bola (2008) film indonesia *sudah nonton
Cerita tentang pencinta bola yang dikejar-kejar bandar judi.
Goal! III (2009) film amerika *sudah nonton
Tentang petualangan teman-teman Munez di Piala Dunia 2010, Inggris juara Piala Dunia.
Looking for Eric (2009)
Romeo Juliet (2009) film indonesia *sudah nonton
Cerita kisah cinta Romeo Persija dengan Juliet persib Bandung.
Garuda di Dadaku (2009) film indonesia *sudah nonton
Kisah si kecil Bayu dalam usahanya meraih izin keluarga untuk bisa bermain bola.
The Damned United (2009) film inggris *sudah nonton
Kisah semidokumenter pelatih Liga Inggris era '70-80-an.
United (2011) film inggris *sudah nonton
Film tentang tragedi Munich yang menewaskan pemain-pemain Man United 1958 lalu.
Tendangan dari Langit (2011) film indonesia *sudah nonton
Kisah bocah Langitan menapaki karier profesional di Persema.
Garuda di Dadaku 2 (2011) film indonesia *sudah nonton
Cerita lanjutan Bayu yang sudah jadi kapten timnas U-15.
The Soccer Nanny (2011)
Langganan:
Postingan (Atom)