Minggu, 06 Juli 2014

Piala Dunia : 16 Besar – Belanda Vs Meksiko, Hebatnya Serangan Melawan Kuatnya Pertahanan

Robin van Persie kembali ke line up Belanda
Robin van Persie kembali ke line up Belanda
Laga ketiga dari delapan partai 16 besar Piala Dunia Brazil 2014 akan mempertemukan dua tim dengan karakter berbeda. Juara Grup B Belanda yang tercatat sebagai tim tersubur sepanjang putaran grup akan bersaing dengan runner up Grup A Meksiko yang punya catatan defensif terbaik di Fortaleza, Brazil, pada Minggu (29/6) malam WIB.
Belanda sejauh ini sudah menciptakan 10 gol hasil kemenangan 5-1 atas Spanyol, 3-2 atas Australia, dan 2-0 atas Chile. Raihan ini jadi yang tersubur sepanjang putaran grup, walau kini Kolombia yang sudah bermain di 16 besar dinihari tadi mengungguli dengan 11 gol. Aksi Arjen Robben dan Robin van Persie yang masing-masing telah mencipta tiga gol patut diwaspadai Meksiko.
Sementara Meksiko adalah salah satu dari dua tim berperthanan terbaik karena sejauh ini baru sekali menerima gol di gawang, itupun dirasakan baru pada menit akhir pertandingan ketiga saat menggulung Kroasia 3-1. Sebelumnya gawang Meksiko aman di laga kontra Kamerun yang berkesudahan 1-0 dan menahan gempuran Brazil dengan hasil imbang 0-0.
Maka bisa dikatakan bentrok ini akan memberi gambaran pada pencinta sepakbola akan keefektifan dari hebatnya serangan atau defensifnya  pertahanan. Laga ini sendiri adalah laga 16 besar pertama yang tak melibatkan tim Amerika Latin. Meksiko yang dari zona Amerika Utara atau Concacaf akan jadi wakil benua Amerika untuk menghadapi tamu mereka dari Erops (UEFA), Belanda.
Sebagai tim berciri ofensif dan defensive, Belanda dan Meksiko juga member bukti khusus bahwa mereka bisa tampil sebaliknya manakala mau. Pertahanan Tim Oranye yang digalang para pemain Feyenoord yang banyak dikatakan orang sungguh rapuh khas tim ofensif ternyata berhasil menjaga keperawanan gawangnya pada laga terakhir kontra Chile.
Pun Meksiko. Miskin kreasi gol khas tim defensif bisa mereka mentahkan dengan mencetak tiga gol di satu laga saat melawan Kroasia. Tiap lini juga bisa berkreasi manakala kita temukan Rafael Marquez bisa bersama Javier Chicharito Hernandez menciptakan gol.
Menarik ditunggu siapa yang lebih unggul dalam laga ini, Oranye atau Sombrero, juga siapa yang akan bersorak atau menangis, Robben-Persie atau kiper Guillermo Ochoa? Football-Indonesia sendiri lebih berat pada efektifitas serangan ketimbang pertahanan dalam usaha menembus delapan besar. Kita nantikan saja laga yang akan dipimpin wasit Portugal Pedro Proenca ini malam nanti.
Prediksi FI
Belanda 2-Meksiko 0

Piala Dunia : 16 Besar – Kolombia Vs Uruguay, Duel Tanpa Bintang Utama

Uruguay tanpa Luis Suarez
Uruguay tanpa Luis Suarez
Akhirnya laga Kolombia-Uruguay di 16 besar pada Sabtu (29/6) dinihari WIB akan digelar dengan seimbang. Laga antar-Latin jilid dua di Piala Dunia Brazil 2014 ini tak akan disertai bintang utama di dua sisi. Bila Kolombia sudah kehilangan Radamel Falcao yang gagal pulih hingga saat Brazil 2014 dibuka, bintang Uruguay Luis Suarez hilang karena aksi brutalnya yang menggigit pemain Italia di laga terakhir. Sembilan laga resmi FIFA bersama tim Uruguay ditambah 4 bulan menjadi hukuman baginya.
Kolombia sendiri sepertinya tak terpengaruh dengan hilangnya Falcao. Diperkirakan akan kesulitan, Mario Yepes dkk malah mengemas poin sempurna sembilan di putaran grup. Siapa nyana kalau Yunani, Pantai Gading, dan Jepang akan mereka lalui dengan mulus. Kemenangan 3-0, 2-1, dan 4-1 secara berurut ditorehkan James Rodriguez cs untuk sejajar dengan Belanda, Argentina, dan Belgia.
Sementara Uruguay hadir di 16 besar dengan comeback ciamik. Gagal di laga perdana melawan Kosta Rika tanpa dukungan Suarez, mereka bangkit di dua laga sisa dengan Suarez sebagai motor. Hebatnya kebangkitan itu dilalui dengan melahap dua juara dunia: Italia dan Inggris. Namun masalahnya muncul di Suarez tadi. Melakukan tindakan irasional dengan menggigit Chielini di tengah tegangnya laga, walau wasit tak ambil pusing, FIFA menghukum sang bintang dengan sanksi yang mengusirnya dari Brazil 2014.
Uruguay seakan mengalami de javu dengan Afsel 2010 lalu. Kala itu Suarez mengulurkan tangannya untuk menghalangi laju bola Ghana yang meluncur ke gawang di menit akhir laga. Uruguay lolos ke semifinal dengan sanksi bagi Suarez. Tanpa Suarez di semifinal uruguay pun ditelan Belanda.
Kini Uruguay akan tampil tanpa Suarez. Mampukah Uruguay mengadang laju kenang kolombia tanpa Suarez? Laga yang berlangsung di Maracana ini dan akan dipimpin wasit Belanda Bjoern Kuipers ini tambah berat bagi Uruguay karena Diego Lugano masih dibekap cedera. Selain Cavani, Uruguay mungkin memerlukan keberuntungan kepala Diego Godin di laga ini.
Menarik disaksikan aksi Cuadrado, Gutierrez, atau Bacca dari Kolombia membongkar tim lawan yang penuh masalah. Perlu diketahui kalau Kolombia punya kekuatan dengan banyaknya armada mereka yang bisa mencetak gol. Sejauh ini tercatat ada enam skorer di kubu Kolombia atas  sembilan gol mereka. James Rodriguez yang sudah punya tiga gol adalah yang terbaik, lalu diikuti Jackson Martinez dengan dua gol, serta masing-masing satu gol dari Pablo Armero,  Juan Quadrado, Juan Quintero, dan Teofilo Gutierrez.
Sementara pertahanan mereka juga baru bobol dua kali sejauh ini. Akankah aura positif kemenangan yang sedang bergelora di kubu Los Cafeteros mendobrak perolehan terbaik mereka di piala dunia yang baru sebatas 16 besar pada Piala Dunia Italia 1990?
Football Indonesia mengunggulkan Kolombia di laga ini. Dengan semua pencapaian dan faktor nonteknis, Kolombia lebih yenang menghadapi laga ini. Namun tak disangsikan kalau Uruguay juga berpotensi keluar dari tekanan, termasuk menepis jink tanpa Suarez.
Prediksi Football Indonesia
Kolombia 3-Uruguay 1

Piala Dunia : 16 Besar – Brazil Vs Chile, Duel Setanah Jilid Satu

Neymar (10 masih menjadi tumpuan Brazil  hadapi Chile
Neymar (10 masih menjadi tumpuan Brazil hadapi Chile
Laga 16 besar Piala Dunia Brazil 2014 pada Sabtu (28/6) ini sungguh akan membunuh para wakil Amerika Latin. Banyak dibicarakan kesuksesannya, tenyata antartim Latin harus saling bunuh atas dasar hasil putaran Grup. Di laga pertama, duel sesama Latin akan mempertemukan Brazil-Chile pada pukul 23.00 WIB malam ini. Setelahnya duel Latin lainnya akan mempertemukan Kolombia melawan Uruguay.
Brazil sebagai juara di Grup A tampil kurang meyakinkan. Berhadapan dengan Kroasia banyak yang mengecilkan aksi Neymar dkk karena faktor wasit Jepang yang terlalu mudah memberi penalti untuk membunuh ketatnya laga. Terbukti saat menghadapi Meksiko yang tanpa kontroversi wasit Brazil tak terlalu leluasa mengeluarkan kemampuannya. Terakhir saat melawan Kamerun Seleao menggila, namun hal itu terjadi atas tim yang tak lagi termotivasi. Maka Brazil belum lagi menunjukkan kualitas mereka hingga laga 16 besar ini.
Akan halnya Chile yang sudah memulai persaingan sejak kualifikasi, putaran final di Brazil ini dilalui dengan benar-benar baik. Di laga pertama Arturo Vidal cs sukses menggulung Australia. Di laga kedua permainan super Chile keluar saat mereka mematikan harapan juara bertahan Spanyol. Walau di laga akhir Belanda membungkam La Roja, Alexis Sanchez tak kehilangan pujian sebagai salah satu tim terbaik di Brazil 2014 ini.
Maka saat keduanya bertemu, publik sepakbola dibingungkan dengan pilihan. Di satu sisi Brazil adalah tuan rumah yang penuh talenta berpotensi, namun bisa dikatakan belum teruji masalah. Di sisi lain Chile adalah pembunuh raksasa yang sudah membuktikan diri, walau dengan pasukan minim bintang bila dibandingkan lawan di laga yang akan dipimpin wasit Inggris Howard Webb ini.
Kemungkinan Luis Felipe Scolari tetap memakai format 4-2-3-1 untuk menghadapi Sampaoli yang menerapkan 3-4-1-2. Menarik disaksikan laga di belo Horizente antara Brazil yang dipimpin Thiago Silva di lapangan melawan Claudio Bravo.
Football-Indonesia.net memprediksi tuan rumah unggul di laga ini. Faktor kedekatan geografis yang punya nilai historis kedigdayaan Brazil atas Chile bisa diterapkan di laga ini. Namun Chile bisa saja menahan semua gempuran dengan mengandalkan serangan balik atau menunggu keberuntungan ditentukan adu penalti.
Prediksi Football Indonesia
Brazil 2-Chile 1

Prediksi Piala Dunia : Grup H – Aksi Para Kuda Hitam

Aksi para kuda hitam
Aksi para kuda hitam
Grup yang terakhir kita bahas ini tentu sedikit banyak memberi rasa penasaran pada para penonton. Siapakah yang akan jadi numor satu dan dua dari grup yang diisi empat kekuatan yang digadang-gadang sebagai kuda hitam dalam gelaran kali ini. Nama besar Belgia dan Rusia mungkin diunggulkan sebagai representasi Eropa, namun “konsistensi” tak dimiliki keduanya. Untuk kata itu, Korea Selatan yang lebih baik. Dan satu tim lagi yang menjaga eksistensinya adalah Aljazair.
Belgia adalah kekuatan yang banyak diperbincangkan. Meredup sejak era Mark Wilmots pensiun, kini si empunya nama kembali ke gelanggang dengan label pelatih dan membawa gerbong penuh bintang muda dalam kekuatan Setan Merah di Brazil 2014. Football-Indonesia.net sudah membicarakan kekuatan ini secara khusus sebelumnya. Nama Eden Hazard adalah identitas paling dicari dari tim ini di piala dunia ini.
Nama berikutnya adalah Beruang Merah Rusia. Tim ini memang besar dan berbahaya, namun kekuatan mereka kini relatif tidak dapat menjaga konsistensi permainannya. Kita tentu mengingat aksi mereka di Ukraina-Polandia 2012 yang pada akhirnya menenggelamkan mereka dalam posisi unggulan. Dalam besutan Fabio Capello tentu kekuatan tim ini diharapkan akan makin penuh variasi dan tentu saja tidak labil. Pavlichenko tentu berkesempatan berkarya di Brazil 2014.
Korea Selatan sebagai kekuatan berikutnya di grup ini sesungguhnya adalah yang paling konsisten menjaga eksistensi mereka dalam setiap gelaran piala dunia. Inilah yang dapat dibanggakan Tim negeri Gingseng ini dari ketiga lawan yang akan mereka hadapi. Namun piala dunia ini akan berat bagi mereka mengingat tak ada nama besar dan senioritas Park Jisung bersama mereka kali ini.
Terakhir ada nama Aljazair yang ikut serta. Pengalaman mereka empat tahun silam tentu akan jadi pelajaran berharga untuk mengulang kesempatan yang berharga di piala dunia. Namun tim ini tak punya nama besar yang jadi identitas tunggal untuk menciutkan nyali lawan. Soliditas adalah kunci kekuatan mereka plus identitas ke-Afrika-annya.
Pertarungan akan dibuka di Belo Horizente pada 17 Juni. Belgia akan menghadapi Aljazair sebagai partai perdana. Diprediksikan Belgia akan mengalami sedikit kesulitan dalam laga awal ini, selain faktor “baru kembali” di ajang ini, kekuatan lawan juga relatif alot. Prediksi seri adalah yang paling masuk akal atau mungkin keunggulan tipis bagi Belgia.
Di hari yang sama di Cuiba Korea Selatan akan berjumpa Rusia. Sama dengan prediksi pertandingan sebelumnya, laga ini kemungkinan akan berakhir imbang. Kedua tim akan saling pamer kekuatan mereka sejatinya. Sebagai yang terbaik dari Asia, Korsel tentu akan unjuk gigi di hadapan Rusia yang biasanya bermain perlahan panas.
Usai menapaki laga adaptasi masing-masing, laga kedua lima hari kemudian adalah laga panas yang akan jadi penentu kelolosan. Di Rio de Janeiro (22/6) Belgia akan melakoni duel sesama eropa melawan Rusia. Laga ini diprediksikan relatif nyaman bagi Belgia bila ada hasil bagus di partai pertama. Rusia kemungkinan dapat ditundukkan, walau dengan skor tipis tentunya.
Sementara di Porto Alegre Korea Selatan diprediksikan akan mengeluarkan segenap kemampuannya untuk menundukkan Aljazair yang tentunya adalah kekuatan yang paling mungkin ditundukkan Tim Negeri Gingseng ini. Aljazair kemungkinan akan melawan namun kualitas tim yang relatif mengandalkan pembinaan tradisional akan sedikit sulit melawan negeri dengan pembinaan yang lebih tersistem. Namun kita bisa mengharapkan drama di laga ini.
Maka pertandingan terakhir di saat bersamaan akan jadi partai yang akan berpengaruh menit demi menitnya. Kemungkinan keempat tim ini masih memiliki peluang lolos hingga laga terakhir. Namun Korea Selatan nampaknya akan dapat ditundukkan Belgia di Sao Paolo, sedangkan Rusia dapat meraung dan menenggelamkan Aljazair di Curitiba untuk turut lolos ke fase knock off.
Kami memperkirakan Belgia akan menjadi juara grup ini didampingi Rusia. Namun langkah mereka akan sulit karena nampaknya Jerman dan Portugal yang sepertinya bakal menanti mereka adalah para raksasa sepakbola dewasa ini.
Mari kita saksikan bersama setiap laga yang akan dimulai malam ini (dinihari waktu Indonesia). Pesta akan dimulai, mari nikmati setiap drama yang terjadi. Mari bersama menyaksikan sejarah digurat atas nama PIALA DUNIA. (ds-ejr).

Prediksi Piala Dunia : Grup G – Kembali Membicarakan Pesona Eropa

Panser Jerman siap menggila
Panser Jerman siap menggila
Kalau masih ada grup yang seru untuk dibicarakan karena menyangkut tim faforit, maka Grup G Piala Dunia 2014 ini adalah jawabannya. Kenapa? Karena Grup H yang akan kita bahas belakangan tak punya tim dengan nama besar. Fakta menunjukkan bahwa dua tim favorit yang tersisa ada di grup ini. Jerman dan Portugal adalah yang saya maksud, tentu daya tarik keduanya tak diragukan. Nama lain yang ikut bersaing adalah Ghana dan Amerika Serikat.
Football-indonesia.net sudah mengulas keempatnya sebelum ini, namun ada baiknya kami memaparkan sedikit hal lagi tentang muatan persaingan di sini.
Jerman adalah nama terbesar di sini. Selain karena mereka adalah negara yang merupakan mantan juara dunia tiga kali (1954, 1974, dan 1990), tim ini tetap memiliki daya tarik dengan permainan atraktif dipadu nama besar yang populer. Aksi Klose, Podolski, Gotse, Lahm, Ozil, Khedira, atau Muller adalah jaminan mutu bila dimainkan bersama sebagai tim. Dalam gelaran Afrika 2010 lalu tim ini menempati peringkat ketiga, pun di Piala Eropa 2012 di Polandia-Ukraina Tim Panser maju hingga empat besar pula.
Nama kedua adalah Portugal. Tim ini memang bukan mantan juara. Tradisi mereka juga tak terlalu bagus dan stabil. Namun sejak era emas Figo-Rui Costa lalu di Piala Eropa Portugal 2004, tim ini kerap difavoritkan karena permainannya yang seatraktif Brazil. Namun era kini berubah. Atraktivitas tak terlalu baik, namun faktor hadirnya pemain terbaik dunia saat ini di Portugal lewat sosok Cristiano Ronaldo adalah suatu hal yang besar. One man show atau kolektif, tim ini akan sangat berbahaya bagi lawan.
Nama berikutnya adalah dua kuda hitam dari dua konfederasi berbeda. Nama pertama adalah Amerika Serikat. Nama ini memang baru dua dekade ini eksis dalam persepakbolaan dunia, namun kehadirannya yang konsisten lambat laun menjadikan mereka familiar dengan ajang ini. Belum di dunia memang, namun di konfederasinya perlahan Amerika Serikat mendominasi persaingan. Kehadiran mereka kali ini memang dipandang sebelah mata karena selain berisi kekuatan kelas menengah, London Donovan juga tak masuk rombongan.
Portugal dan Ronaldo siap untuk Piala Dunia
Portugal dan Ronaldo siap untuk Piala Dunia
Terakhir Ghana. Tim ini adalah tim tersukses Afrika di gelaran terakhir piala dunia. Empat tahun silam tim ini maju dengan soliditas tinggi hingga perempat final. Hanya ketidak beruntunganlah yang membuat mereka gagal mengalahkan Uruguay untuk lolos ke semifinal waktu itu. Kini harapan mereka yang baru harus disemai dalam persaingan berisi nama kuat dari Eropa.
Sebagaimana persaingan di Grup B, laga di grup ini sepertinya akan melegitimasi dua tim Eropa saja untuk jadi yang terkuat. Persis laga Belanda melawan Spanyol, laga sesama eropa antara Portugal melawan Jerman juga jadi laga pembuka. Laga di Salvador yang berlangsung pada 16 Juni ini akan sangat menarik. Kedua tim adalah semifinalis Piala Eropa 2012 lalu. Skor imbang sangat mungkin untuk laga ini.
Laga selanjutnya di hari yang sama akan memberi kesempatan Ghana berhadapan dengan Amerika Serikat.Laga di Natal ini juga punya potensi berakhir imbang. Kedua tim akan sama ngotot untuk beroleh hasil baik sebelum melawan para unggulan, namun hasil imbang tetap lebih berpeluang tercipta.
Lima hari kemudian (21/6) Ghana akan menemui ujian sesungguhnya atas Jerman di Fortaleza. Tentu ini akan jadi aksi Jerman unjuk kemampuan menyerangnya. Namun Jerman patut waspada karena Ghana punya kemampuan untuk melawan seperti aksi persaingan keduanya di Piala Dunia Afsel lalu. Kita akan kembali disuguhi perang saudara antar Boateng di laga ini. Jerman kemungkinan akan menag di laga ini.
Keesokan harinya (22/6) giliran Portugal yang akan mencoba membuka kejayaan di hadapan Amerika Serikat di Manaus. Laga ini kemungkinan akan dipakai Portugal untuk membiarkan Ronaldo mengamuk sejadinya.
Kalau skenario di atas berjalan, maka laga terakhir pada 26 Juni akan jadi laga penentu juara grup. Faktor jumlah gol akan menjadi penentu tim mana yang akan keluar sebagai penguasa. Prediksi kami bahwa Jerman yang menghadapi Amerika Serikat di Reccife dan Portugal berhadapan Ghana di Brasilia akan kembali dikuasai kedua tim asal Eropa.
Jerman diprediksi akan lolos dengan tujuh pon, pun Portugal. Juara grup lazimnya akan disandang Jerman. Hasil ini akan membawa Der Panser dan Portugal menghadapi tim alot yang sama-sama berpeluang jadi juara dan runner up dari Grup H: Belgia dan Rusia.
Prediksi kami memang terkesan awam, namun itulah fakta yang palingh mungkin sebagai referensi dari kami untuk Anda semua. Tunggu saja drama sesungguhnya. (ds-ejr).

Prediksi Piala Dunia : Grup F – Tentang Argentina dan Tim Kelas Dua

Lionel Messi - Kapten Argentina
Lionel Messi – Kapten Argentina
Setelah membahas Grup E yang terkesan jomplang, kita akan membahas hal yang sama di Grup F. Di sini Argentina akan jadi raksasa sendiri yang akan berhadapan dengan tim-tim yang banyak dikategorikan sebagai tim kelas dua. Suka atau tidak, Iran, Nigeria, dan Bosnia Herzegovina memang belum bisa menyamai negerinya si tangan Tuhan, Diego Armando Maradona.
Argentina adalah mantan juara dunia (1978 dan 1986) yang belum juga luntur pesonanya hingga saat ini. Mereka memang kerap kali digelari juara tanpa mahkota dan kerap sial dalam ajang yang diikutinya belakangan ini. Namun siapa akan menyangsikan juara zona Conmebol di kualifikasi lalu ini mengingat deret bintang yang dimilikinya. Saking banyaknya bintang, terutama di lini depan, Maradona empat tahun silam menerapkan formasi 4-2-4 yang akhirnya rontok ketika berhadapan dengan Jerman di Afsel 2010. Namun dengan besutan pelatih baru, Lionel messi dkk akan kembali dengan penuh ancaman di Brazil bulan ini.
Kekuatan berikutnya adalah Iran. Tim ini mungkin baik dibahas bersama Bosnia Herzegovina. Keduanya adalah negara yang tidak reguler tampil di piala dunia. Sebagai wakil Asia, Iran kali ini tampil tanpa nama sebesar Ali Daei atau Karim Bagheri. Walau ada nama beberapa pemain yang berlaga di Inggris, skuat mereka kali ini tak sekuad Iran di Prancis 1998 lalu. Namun harapan tentu didengungkan oleh tim yang langkahnya ke Brazil ini pernah diadang timnas Indonesia di kualifikasi dulu.
Sementara Bosnia Herzegovina akan tampil perdana dengan aksi bintang utama mereka, Edin Dzeko. Sebagai wakil Eropa dan representasi Yugoslavia, Dzeko dkk tentu akan bermain dengan soliditas tinggi sebagaimana Kroasia, Serbia, atau Slovenia yang sebelumnya telah kita saksikan aksinya di piala dunia satu dekade terakhir. Namun minimnya pengalaman akan jadi penghalang motivasi mereka yang mungkin nothing to lose di gelaran ini.
Terakhir, ada nama Nigeria yang kemungkinan akan jadi kekuatan yang mendekati Argentina. Sejak Olimpiade Atlanta 1996 memang nama Nigeria mulai diperhitungkan dunia. Medali emas ajang itu membuka mata dunia atas tim yang baru ikut serta di piala dunia dua tahun sebelumnya. Namun selepas era Kanu, Oliseh, atau Babangida, Tim Elang Super ini mengalami kemunduran, bahkan sempat gagal di kualifikasi Piala Afrika 2012 lalu. Namun upaya positif pembenahan kemudian membangkitkan Nigeria dan membawa Viktor Moses dkk juara Piala Afrika 2013 dan lolos ke Brazil 2014 ini.
Argentina dan Bosnia Herzegovina akan memylai laga di grup ini pada 15 Juni di Rio de Janeiro. Tombak-tombak tajam Argentina akan bergantian menusuk lini pertahanan Bosnia. Football-indonesia.net memprediksi akan ada pesta buat pendukung Argentina di akhir laga ini.
Sehari setelahnya akan bertarung Nigeria berhadapan dengan Iran di Curtiba (16/6). Iran mungkin dapat mencoba bertahan di laga ini dengan serangan cepat khas ti Timur Tengah, namun kekuatan Nigeria akan dapat meredam atau bahkan unggul di laga ini.
Di laga kedua, Nigeria dan Argentina yang kemungkinan didaya akan bertukar lawan. Di Blo Horizente (21/6) Argentina akan menggelar pesta keduanya di hadapan pendukung Iran. Sebagaimana Bosnia, Iran akan sangat terdikte di laga ini. Sebaliknya di hari yang sama di Cuiba akan terjadi pertarungan sengit antara Nigeria dan Bosnia Herzegovina. Keduanya akan berusaha tampil baik, karena kekalahan yang mungkin dialami Bosnia di laga perdana harus dinetralisir; sementara Nigeria harus mendulang poin karena lawan terakhir adalah Argentina. Kemungkinan hasil imbang akan tersaji.
Empat hari kemudian atau pada 25 Juni, pertandingan terakhir digelar keempat tim. Di Porto Alegre Nigeria harus berusaha menahan setiap tusukan dari Higuain, Di Maria, Aguero, atau pun Messi. Argentina kemungkinan akan tetap serius di laga ini dan berusaha menelan 9 poin yang mungkin didulangnya di grup ini. Sementara di Salvador Iran akan menghadapi laga termudahnya melawan Bosnia herzegovina. Melihat kemampuan keduanya di atas kertas, Bosnia berpeluang mengemas tiga poin atau paling tidak seri di laga ini.
Hasil akhir laga ini akan memberi tempat pada Argentina di puncak dan Nigeria sebagai partner untuk menghadapi para pemenang dari grup sebelahnya. Kemungkinan Argentina akan bersua Swiss sebagai runner up Grup E; sementara Nigeria akan ditantang Prancis untuk maju ke 8 besar.
Tetap menarik setiap partai yang diputar di grup ini hingga saat akhir, kita bandingkan saja hasil di lapangan dengan prediksi kami di sini. Selamat menyaksikan. (ds-ejr).

Piala Dunia : Grup E – Antara Prancis dan Para kuda Hitam

Frank Ribbery gagal tampil di Piala Dunia 2014 untuk Prancis
Frank Ribbery gagal tampil di Piala Dunia 2014 untuk Prancis
Grup yang akan kita bahas kali ini akan menampilkan persebaran kekuatan yang merata bagi tiga tim di samping satu tim besar bernama Prancis. Mengapa Prancis seakan memiliki gengsinya tersendiri untuk dibahas? Karena mereka sendirian di grup ini yang merupakan nama tradisonal persepakbolaan dunia, sementara Swiss, Ekuador, dan Honduras relatif labil di level dunia.
Prancis jelas diunggulkan dari grup ini. Mereka punya sejarah bagus dan dipadu dengan skuad yang hebat. Kita memang tahu kabar terakhir tentang cederanya Ribery akan memengaruhi kekuatan Prancis, namun deret nama Evra, Benzema, Groud, Sissoko tentu akan membuat tiga tim lainnya di grup ini sedikit gentar. Kekuatan yang dibawa Deschamp kali ini juga relatif solid dan tidak diramalkan akan terpecah seperti di Afsel lalu. Asal mereka tak sengaco di Jepang-Korsel 2002, Prancis akan keluar sebagai juara grup ini menurut para pengamat.
Kemudian nama yang muncul adalah Swiss. Kekuatan Berhrami cs ini memang lumayan bagus. Walau sempat naik turun grafiknya, Swiss dikenal dengan tim berpertahanan terbaik sepanjang penyisihan lalu. Dengan kesegaran asuhan  Ottmar Hitzfeld, aksi Stephan Lichsteiner, Philippe Sanderos, dan Gokhan Inler diperaya dapat bersaing untuk setidaknya meraih tempat kedua di grup ini.
Berikutnya hadir dua tim dengan predikat misterius. Ekuador memang punya Valencia yang kita kenal di Manchester United, namun skuad tim lainnya akan sangat tak familier bagi kita. Terlebih dengan Honduras, Anda akan kebingungan dengan aksi tim tanpa bintang asal Amerika Utara ini.
Ekuador sedikit diremehkan karena mereka lolos dengan predikat jago kandang. Keluar dari negeri mereka di masa kualifikasi tim ini begitu lunglai. Namun kondisi di mana Brazil tempat berlaga bisa saja dipandang sebagai kekuatan karena merekalah tim yang paling mengenal daratan Brazil ketimbang tiga lainnya.
Bagaimana dengan Honduras? Tim ini punya potinsi meledak. Kelolosan tim ini juga punya andil untuk membuat Meksiko (sang raja Amerika Utara) hampir terlempar dari pesta empat tahunan ini. Jadi, ada kemungkinan ajang ini jadi etalase bagi para pemain Honduras untuk unjuk gigi.
Pada 15 Juni, Swiss akan menghadapi Ekuador sebagai pembuka laga grup di Brasilia. Laga ini akan jadi ujian pas untuk keduanya dalam upaya memikat mata dunia dan membuka peluang. Seri adalah kemungkinan yang diduga, namun hasil itu akan buruk karena keduanya mungkin akan dipukul lawan sebesar Prancis di partai berikutnya. Maka laga ini akan dimanfaatkan dan mengundang keseruan.
Setelah laga di Brasilia beres, Porto Alegre akan jadi saksi Prancis menghadapi Honduras. Laga ini akan jomplang bak aksi Goliath vs David, di mana nama besar Prancis akan sangat diunggulkan. Prancis harus tetap konsentrasi, jangan sampai lakon Sinegal 12 tahun silam terulang. Prediksi awal, Prancis akan unggul tipis.
Lima hari kemudian (20/6), Salvador akan menjadi tuan rumah laga antar-Eropa antara Prancis melawan Swiss. Di sini Prancis akan berusaha mengunci tiket lolos, sebaliknya Swiss akan berjuang mati-matian. Penulis memprediksi hasil imbang atau keunggulan Prancis dengan skor tipis.
Hari yang sama di Curtiba duel tanpa bintang akan melagakan Honduras dengan Ekuador. Aksi inilah jualan bagi kedua tim demi mengundang mata dunia untuk memikat. Kemungkinan kedua tim dapat bermain lepas dan skor imbang kembali dapat terulang bagi Ekuador.
Kembali selang lima hari, di 25 Juni laga akhir akan digelar bersamaan. Manaus jadi tuan rumah Swiss-Honduras, dan Rio de janeiro menggelar Prancis-Ekuador. Swiss dan Honduras kemungkinan akan menggelar aksi setiap laga tanpa Prancis di grup ini; permainan terbuka karena kesamaan kekuatan. Hasil imbang kembali mungkin terjadi.
Sementara laga akhir Prancis akan dijadikan laga penyolid tim demi menghadapi laga berat di fase knock off. Prancis kemungkinan akan mendikte Ekuador, dan membawa mereka menjuarai grup ini.
Juara grup bagi Prancis dalam prediksi akan membawa mereka menghadapi kemungkinan Nigeria yang jadi runner up Grup F. Yang menarik adalah memprediksi runner up grup ini. Walau ketiganya berimbang, Swiss penulis prediksikan jadi yang terdepan. Namun aksi mereka akan menghadapi ganjalan besar karena juara Grup F dapat dipastikan adalah Argentina yang jadi raja kesepian di grup itu.
Demikian prediksi football-indonesia.net atas grup ini, semoga ada aksi drama besar yang bisa membuat semua prediksi ini gagal demi terciptanya kemenarikan lebih lanjut di pesta Piala Dunia Brazil 2014 ini. (ds-ejr)