Selasa, 24 Januari 2012

koreksi dan terima kasih

barusan waktu muter ngabsen anak un sekalian ngecek data mereka di opscan, gw bisa lihat beberapa hal.
pada dasarnya mereka takut dan kaget waktu dicek opscan ljk-nya. gw yakin bukan karena nyontek tow bocoran (gw yakin aja mereka orang2 baik), tapi ini emang sifat dasar manusia kalo mo dievaluasi.
tujuannya sama2 baik, mereka ga takut lagi datanya salah isi tow kelewat, dan gw sebagai pengawas gak perlu ngecek lagi di akhir nanti. yang jadi soal adalah manakala mereka yang diingetin kekeliruannya malah ngotot gak keliru.
emang sih gak ampe ngotot banget, tapi ada aja yang kelihatan ga nyaman diingetin, walau pada akhirnya dia berterima kasih waktu dah sadar kesalahannya.
persoalan lainnya, pada umumnya yang bilang terima kasih cuma yang punya kesalahan, yang lancar2 aja kadang cuek bebek kala dicek. bukan masalah kurangnya budi pekerti, gw yakin mereka anak2 santun, hanya saja konsentrasi ke soal buat mereka acuh tak acuh.
gapapa, ini cuma masalah sederhana. di luar sana, dalam hidup, masalah koreksi terhadap diri seringkali jadi masalah. kerapkali atasan, sahabat, atau orangtua kita mengingatkan atau mengoreksi kita akan pelbagai hal yang kita respons dengan kemarahan, ketidakpedulian, atau caci maki di belakang. padahal, kita sendiri memang butuh itu.
gw gak pernah yakin akan persiapan sematang-matangnya, gw adalah orang yang suka dan menikmati desakan deadline yang memaksa diri mengerjakan sesuatu, dan keterdesakan itu buat gw berusaha maksimal dan bersandar pada koreksi orang tuk maksimalisasi segala hal. tapi toh semua itu gak berarti gw nyaman tiap dikoreksi. seringkali rasa mereka yang mengoreksi terlalu overacting menghinggapi, tapi okelah!
jadi, kembali pada kata belajar, belajar, dan belajar. siaplah dikoreksi, san berterima kasih atas itu. selain itu, gak usah takut mengoreksi orang lain, persoalan dia terima tow gak mah urusan dia. yang penting peran kita dalam masyarakat yang bersosialisai udah terjalani, tapi juga gak over, ok!
udah deh nulisnya, ntar dikoreksi tim independen lagi, he!

Wednesday, 31 March 2010 at 10:31

Tidak ada komentar:

Posting Komentar