barusan waktu muter ngabsen anak un sekalian ngecek data mereka di opscan, gw bisa lihat beberapa hal.
pada
dasarnya mereka takut dan kaget waktu dicek opscan ljk-nya. gw yakin
bukan karena nyontek tow bocoran (gw yakin aja mereka orang2 baik), tapi
ini emang sifat dasar manusia kalo mo dievaluasi.
tujuannya sama2
baik, mereka ga takut lagi datanya salah isi tow kelewat, dan gw sebagai
pengawas gak perlu ngecek lagi di akhir nanti. yang jadi soal adalah
manakala mereka yang diingetin kekeliruannya malah ngotot gak keliru.
emang
sih gak ampe ngotot banget, tapi ada aja yang kelihatan ga nyaman
diingetin, walau pada akhirnya dia berterima kasih waktu dah sadar
kesalahannya.
persoalan lainnya, pada umumnya yang bilang terima
kasih cuma yang punya kesalahan, yang lancar2 aja kadang cuek bebek kala
dicek. bukan masalah kurangnya budi pekerti, gw yakin mereka anak2
santun, hanya saja konsentrasi ke soal buat mereka acuh tak acuh.
gapapa,
ini cuma masalah sederhana. di luar sana, dalam hidup, masalah koreksi
terhadap diri seringkali jadi masalah. kerapkali atasan, sahabat, atau
orangtua kita mengingatkan atau mengoreksi kita akan pelbagai hal yang
kita respons dengan kemarahan, ketidakpedulian, atau caci maki di
belakang. padahal, kita sendiri memang butuh itu.
gw gak pernah yakin
akan persiapan sematang-matangnya, gw adalah orang yang suka dan
menikmati desakan deadline yang memaksa diri mengerjakan sesuatu, dan
keterdesakan itu buat gw berusaha maksimal dan bersandar pada koreksi
orang tuk maksimalisasi segala hal. tapi toh semua itu gak berarti gw
nyaman tiap dikoreksi. seringkali rasa mereka yang mengoreksi terlalu
overacting menghinggapi, tapi okelah!
jadi, kembali pada kata
belajar, belajar, dan belajar. siaplah dikoreksi, san berterima kasih
atas itu. selain itu, gak usah takut mengoreksi orang lain, persoalan
dia terima tow gak mah urusan dia. yang penting peran kita dalam
masyarakat yang bersosialisai udah terjalani, tapi juga gak over, ok!
udah deh nulisnya, ntar dikoreksi tim independen lagi, he!
Wednesday, 31 March 2010 at 10:31
Tidak ada komentar:
Posting Komentar