senyum yang mengembang di senja itu
yang terus menggeliat dalam imaji sampai di peraduan
mengekan mimpi tuk tak lari dari makna utama
cinta
memang tak terpahami karena hanya untuk dinikmati
dan tak bermakna sebab untuk dijalani
ceracau yang mengiris telinga tiada henti merongrong
tapi senyum itu terus ada untuk diterawang dalam angan yang tak apa bila malang
tak peduli bara sekarat dalam sekam yang akan membakar kelak
madu reguk jadi nikmat tak terkira
mereka
mungkin katakan semua sia-sia, kujawab ya karena apresiasi itu terpatri
dalam jalan kalian. tapi tetap biasa saja dan tak begitu memesona tuk
paksaku tinggalkan nyamanku
biar pusing segala
cinta tak hanya madu semata
tapi juga bukan untuk diracun sesukanya
dijalani, dirasakan, dinikmati.....
hingga datang suatu masa dan katakan....
kuingin masa ini terjadi pada diri bersamanya....
keringat masih mengalir
air mata tertahan
darah bergejolak menggelora
sementara jemari menari di papan kunci yang telh lama menggantikan goyang gemulai pena kehidupan
ceracau masih terdengar
gundah terasa sirna
tertawa dan terbiasa
Saturday, 22 May 2010 at 16:20
Tidak ada komentar:
Posting Komentar