Rabu, 25 Januari 2012

geliat suatu senja

senyum yang mengembang di senja itu
yang terus menggeliat dalam imaji sampai di peraduan
mengekan mimpi tuk tak lari dari makna utama
cinta

memang tak terpahami karena hanya untuk dinikmati
dan tak bermakna sebab untuk dijalani

ceracau yang mengiris telinga tiada henti merongrong
tapi senyum itu terus ada untuk diterawang dalam angan yang tak apa bila malang
tak peduli bara sekarat dalam sekam yang akan membakar kelak
madu reguk jadi nikmat tak terkira

mereka mungkin katakan semua sia-sia, kujawab ya karena apresiasi itu terpatri dalam jalan kalian. tapi tetap biasa saja dan tak begitu memesona tuk paksaku tinggalkan nyamanku

biar pusing segala
cinta tak hanya madu semata
tapi juga bukan untuk diracun sesukanya
dijalani, dirasakan, dinikmati.....
hingga datang suatu masa dan katakan....

kuingin masa ini terjadi pada diri bersamanya....

keringat masih mengalir
air mata tertahan
darah bergejolak menggelora
sementara jemari menari di papan kunci yang telh lama menggantikan goyang gemulai pena kehidupan

ceracau masih terdengar
gundah terasa sirna
tertawa dan terbiasa

Saturday, 22 May 2010 at 16:20

Tidak ada komentar:

Posting Komentar