Rabu, 25 Januari 2012

runner up: membanggakan atau memalukan?

lagi mantengin tv ney memantau chelsea-portsmouth di final piala fa, kejuaraan sepakbola tertua yang tercatat dalam sejarah. portsmouth baru aja kebobolan (akhirnya), setelah rangkaian kegagalan chelsea dari kemungkinan 90-99 persen gol. bahkan itu terasa lebih menyesakkan setelah rangkaian kegagalan the blues itu seakan pertanda kesialan yang harusnya benar2 dimateraikan dengan gol dari titik penalti by the pompey. tapi, begitu penalti gagal, seakan runtuhlah dekapan fortuna yang seakan menyeberang ke pihak drogba cs.
runner up tow juara kedua nampak menunggu boateng cs di depan mata. dan kata "runner up" ini yang mau gua bahas.
siapa bilang runner up itu membanggakan? dan siapa juga yang bilang runner up itu memalukan? jawabnya: banyak!
kata mereka yang bangga, kita sudah sejauh ini, dan itu usaha kita, maka nikmati. tak terlalu buruk bukan?
tapi pihak yang menafikan gelar "kedua" tentu akan merasa jauh lebih sakit kalah di final ketimbang kalah dari awal, setelah sekian banyak peluh, air mata, dan mungkin darah tertumpah. rasanya sudah selangkah lagi saja, tapi mengapa gagal?
pihak yang terakhir mungkin akan disalahkan dengan dalih tak bersyukur atas pencapaian, tapi itu manusiawi.
mungkin rasanya pedih, kenapa tak dari awal saja gugur, ketimbang jadi pecundang di saat2 panji kemenangan sudah di tangan. kadang ada rasa, tidak sekarang mau kapan lagi, dan mungkin takkan pernah ada kesempatan kedua. tapi percayalah, pejuang sejati adalah yang tetap berusaha walau kalah, bahkan tak meratapi runner up.
gw ada di pihak yang membanggakan runner up, sven goran erickson pun pernah dijuluki "mr almoust" (tuan hampir) kala di lazio musim 1998-1999, tapi mr sven gak drop semangat dan bisa membuktikan di musim 1999-2000.
jangankan runner up, dari zaman liga di smp, classmeeting sma, liga soang, prototipe cup, bsi cup, dekan cup, bahkan parheheon nhkbp seresort, rejeki gw cuma semifinalis doang, tapi gw gak nyerah coz gagal dan gagal, cuma masalah buncitnya perut aja yang hambat semua. jadi, jangan menyerah!

Saturday, 15 May 2010 at 23:58

Tidak ada komentar:

Posting Komentar