lagi mantengin tv ney memantau chelsea-portsmouth di final piala fa,
kejuaraan sepakbola tertua yang tercatat dalam sejarah. portsmouth baru
aja kebobolan (akhirnya), setelah rangkaian kegagalan chelsea dari
kemungkinan 90-99 persen gol. bahkan itu terasa lebih menyesakkan
setelah rangkaian kegagalan the blues itu seakan pertanda kesialan yang
harusnya benar2 dimateraikan dengan gol dari titik penalti by the
pompey. tapi, begitu penalti gagal, seakan runtuhlah dekapan fortuna
yang seakan menyeberang ke pihak drogba cs.
runner up tow juara kedua nampak menunggu boateng cs di depan mata. dan kata "runner up" ini yang mau gua bahas.
siapa bilang runner up itu membanggakan? dan siapa juga yang bilang runner up itu memalukan? jawabnya: banyak!
kata mereka yang bangga, kita sudah sejauh ini, dan itu usaha kita, maka nikmati. tak terlalu buruk bukan?
tapi
pihak yang menafikan gelar "kedua" tentu akan merasa jauh lebih sakit
kalah di final ketimbang kalah dari awal, setelah sekian banyak peluh,
air mata, dan mungkin darah tertumpah. rasanya sudah selangkah lagi
saja, tapi mengapa gagal?
pihak yang terakhir mungkin akan disalahkan dengan dalih tak bersyukur atas pencapaian, tapi itu manusiawi.
mungkin
rasanya pedih, kenapa tak dari awal saja gugur, ketimbang jadi
pecundang di saat2 panji kemenangan sudah di tangan. kadang ada rasa,
tidak sekarang mau kapan lagi, dan mungkin takkan pernah ada kesempatan
kedua. tapi percayalah, pejuang sejati adalah yang tetap berusaha walau
kalah, bahkan tak meratapi runner up.
gw ada di pihak yang
membanggakan runner up, sven goran erickson pun pernah dijuluki "mr
almoust" (tuan hampir) kala di lazio musim 1998-1999, tapi mr sven gak
drop semangat dan bisa membuktikan di musim 1999-2000.
jangankan
runner up, dari zaman liga di smp, classmeeting sma, liga soang,
prototipe cup, bsi cup, dekan cup, bahkan parheheon nhkbp seresort,
rejeki gw cuma semifinalis doang, tapi gw gak nyerah coz gagal dan
gagal, cuma masalah buncitnya perut aja yang hambat semua. jadi, jangan
menyerah!
Saturday, 15 May 2010 at 23:58
Tidak ada komentar:
Posting Komentar