Selasa, 24 Januari 2012

Hilangnya Gelak Tawa: Sementara atau Akan...

 Mungkin kita takkan lupa dengan rumah yang jadi beranda kita sedasawarsa.
 





Kita bertemu, juga bertamu

Dan jawabnya segala gelak, canda,

tangisan, hardikan,

senyum,

delik benci,

namun juga kepedulian yang teruntai



Semua begitu penuh warna, merah, kuning, biru, hitam, atau putih.

Hingga tangan pencengkeram berusaha memisahkan kita dari segala rasa ramai sebelumnya

Kita pernah suka bersama

walau jua ada kelahi

mungkin kau temukan duka

atau juga kuraih cinta

mungkin dia toreh luka

tak terpungkiri semua rasa pernah ada

saat terakhir

di tanah

di tanah kita

di tanah kita bersama

di tanah kita bersama berdiri

di tanah kita bersama berdiri menengadah

di tanah kita bersama berdiri

di tanah kita bersama

di tanah kita

di tanah



hingga semua gelak itu dipaksa pergi

mencari ranah lain tuk dihiasi

hingga sepi kini,

sepi,

sepi....

Semoga akan ada gelak kita lagi di sana, semoga....

doakan kita kembali di tanah ini
 
Rata sudah

Tuesday, 23 June 2009 at 03:30

Tidak ada komentar:

Posting Komentar