Yang mau gua bilang adalah masa2 peralihan yang terjadi pada keempatnya.
Ksatria Baja Hitam, kalo lo inget dia sempet kalah telak dari Shadow Moon (Bayangan Hitam) di season 1-nya. Bahkan Kotaro Minami ini nyaris mati, namun beruntung ada pertolongan ajaib. Akhirnya dia bangkit dari kekalahannya dan kembali menemui Bayangan Hitam tuk menghancurkannya berikut kerajaan Gorgom. Cerita selesai? Gak, musuh baru muncul, Crysis namanya. Kelompok pimpinan Jendral Jack ini kemudian muncul dalam peralihan cerita, dan memaksa Ksatria Baja Hitam berevolusi jadi RX. Tak cukup dengan itu, dia terpaksa berevolusi lagi jadi Robo/Bio demi menghadapi tuntutan yang makin beragam.
Lanjut ke cerita berikutnya. Seiya! Kalo kalian kangen, kalian masih bisa ngelihat di Youtube, ada yang berbaik hati tuh, meng-upload film ini episode satu sampe seratus sekian. Cerita menyangkut peralihan yang terus-menerus berlaku yang membentuk karakter Seiya. Diawali kisah Seiya kecil yang belajar tuk bisa menguasai tinju Meteor Pegasus, cerita tak selesai di sana. Setelah beres dengan ilmunya, dia harus merebut jubah Pegasus yang gw kira saat nonton dulu adalah jubah terhebat. Setelah dapat, ternyata mereka harus memperebutkan jubah emas Sagitarius. Tinju Meteor Pegasus yang legendaris itu juga ternyata tak cukup. Musuh yang semakin kuat memaksa harus ada evolusi berikutnya, dari jubah perak Pegasus, sampai jubah emas. Wah, seluruh kisahnya penuh peralihan. Bahkan ketika sudah menguasai Athena, masih saja ada musuh baru yang begitu kuatnya, menimbulkan pengalaman baru dan evolusi-evolusi berikutnya.
Songoku, kalian kenal. Kayaknya Indosiar masih aja nayangin film ini kok setiap pekan (berulang lagi malah dari sesi 1). Diawali kisah Goku kecil yang cuma berpetualang lucu2an bersama Bulma, akhirnya muncul masalah2 berikutnya yang memaksa Goku kecil tertempa jadi Goku dewasa yang bertanggung jawab dengan keutuhan Bumi. Sama dengan cerita Seiya, Goku harus belajar Kamehame mati2an. Tapi pada perkembangannya jurus itu gak ampuh tuk hadapi musuh, Goku harus belajar, bahkan sampe punya ilmu Gerak Kilat, Hawa Murni, Sinar Matahari, juga berbagai ilmu lawan juga diadopsi Goku. Musuh tak berhenti, bahkan ketika setiap segmen mengatakan "lawan terberat di alam semesta", tapi setelah dikalahkan, ada saja musuh yang lebih hebat. Mulai dari sekedar Pirafu, Red Ribbon, Piccolo, Vegeta, Freeza, Cell, bahkan Bhu. Cerita selalu beralih dan jagoan kita harus selalu siap meladeni setiap kemajuan lawan.
Kemudian ada cerita Kungfu Boy (yang keluar sebagai pionir Elex Media Komputindo bersama Candy-Candy dan Doremon). Di sini kita dikenalkan dengan Chinmi yang harus terus berjuang membela banyak orang yang terdampak perlakuan tidak adil dan semena-mena orang2 yang merasa punya kuasa atau kemampuan tuk menindas. Chinmi harus belajar dari banyak guru demi menghadapi banyak aliran kungfu. Mulai dari Ryuken sang mentor hingga Guru Yosen banyak memberi pengertian dan pemahaman baru pada Chinmi kecil tuk jadi Chimi dewasa yang kuat, yang kukuh menghadapi setiap coba dari musuh. Tak jarang musuh malah bisa dibalikkan menjadi kawan karena kecakapan Chinmi. Semua masa peralihan tersaji dengan begitu kerasnya, dan makin keras, tapi Chinmi pun harus makin hebat. Banyak pelajaran di luar kungfu yang pula dapat kita pelajari.
Keempat cerita adalah sama, sama2 hanya imajinasi pembuatnya yang diangkat dalam dunia masa kecil kita. Bahkan sekarang pun adik2 dan anak2 kita juga dapat hal sama mungkin dari Naruto atau lainnya (yang sayangnya tidak saya ikuti ceritanya). Tapi keempatnya juga sama2 memberi gambaran awal yang paling mengena tuk anak2 (bahkan dewasa) tentang satu hal yang gw jadikan judul: "peralihan".
Semua cerita di atas akan sangat gak menarik bila tak ada peralihan, tak juga menarik bila selesai satu musuh dengan mudahnya musuh2 berikut teratasi tanpa kesulitan lebih dari sebelumnya. Semuanya harus lebih sulit lagi, semua harus lebih keras lagi, dan itu termasuk hidup secara nyata.
Diakui atau gak, bahkan mungkin gak perlu baca notes ini, juga kalian tahu kalau hidup ini juga akan berhadapan sama peralihan. Kita gak selamanya di SD, kita harus naik kelas dan ganti masuk SMP, nanti masuk SMA, kuliah, kerja, dan lain2. Semuanya beralih menjadi semakin sulit dan lebih sulit lagi. Tapi, apa kita juga harus berhenti dalam kesulitan itu?
Kotaro, Seiya, Songoku, juga Chinmi juga mengalami hal sama, tapi kalo kita liat lagi, mereka gak nyerah dalam setiap peralihan. Mereka berjuang, walau kayak gw bilang tadi, kok musuhnya gak abis2. Bukannya mereka nyari musuh, tapi masalah emang gak akan pernah berhenti bukan.
Robert H Schuller pernah bilang, masalah akan datang terus, tapi orang yang ulet dapat bertahan dan mengalahkan setiap masalah dan bersiap tuk masalah berikutnya. So peralihan itu ancaman bukan? Yah, itu ancaman kalo kita gak bersiap tuk hadapi hal2 di hadapan. Tapi peralihan juga peluang, peluang tuk belajar memahami sebuah masalah dan mempelajarinya. Andai kata masalah sama datang, kita sudah bisa dengan mudah melewatinya, dan kita lebih siap tuk hadapi hal2 lebih besar.
Dulu gw bahkan gak bisa tuk cuma bikin new folder di my document, lo juga mungkin begitu. Tapi gw yakin sekarang gw dah bisa membuat sebuah folder bahkan tuk di-archive, di-hidden, bahkan lebih dari itu, dan gw yakin kalian yang punya masalah sama juga begitu. Semua butuh proses, dan setiap proses selalu menghasilkan (sesedikit apapun itu). So, masa peralihan bukan ancaman, ini peluang.
Termasuk peralihan2 dalam diri gw saat ini. Gw tulis notes ini tuk ngomongsama diri gw sendiri dalam jengah yang gw hadapi, tapi gw angkat di sini sekalian tuk sok2 ngajari orang yang punya masalah serupa (padahal mungkin ane yang butuh belajar).
Friday, 5 June 2009 at 02:53
Tidak ada komentar:
Posting Komentar