ini bukan soal bola, cuma sebutan "si nyonya besar" juventus yang cocok sama karakter imaji saya.
perempuan
separuh baya itu tak nampak ringkih, ia tetap cantik dan bersemangat
dalam hari2nya. senyumnya manis dan sikapnya anggun, hanya saja tak
demikian di mata para pekerja di perusahaan jasa yang dimilikinya.
seolah
afrodite itu berubah jadi ares di mata para buruh. setiap derap kakinya
yang berirama selalu jadi momok buat penopang kuli, juga setiap
kehadirannya: dideteksi bagai kenampakan.
tapi jangan tanya para
punggawa di sekelilingnya saat berhadapan dengan la vechia signora
(semoga gak salah) kita, segala umbar puji dan puja dihaturkan tanpa
takut patrian status itu: penjilat!
suatu hari nanti, ingin aku menulis fiksi yang indah tentangnya, si nyonya besar kita!
Tuesday, 25 May 2010 at 11:00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar