lg pengin ngetik aja maka gw tulis notes ini.
kadang kenyataan itu
memang pahit dalam kehidupan, apalagi dalam sekup yg lebih kecil
bertajuk sepakbola. jadi gw coba nulis beberapa hal yg terasa miris
dalam drama di panggung ini.
siapa gak tahu RYAN GIGGS yang
multitalent, setelah semua gelar yang dia raih bersama man united, siapa
yang memastikan kenyamanan hatinya sebagai salah satu pesepakbola kelas
atas yang tak pernah tampil di ajang "piala dunia". kalo gw jadi
novelis, tentu karakter sehebat ini sayang betul kalo gak pernah maen
sedetik pun di world cup. miris!
MORIENTES dan RONALDO, pemain2 ini
tentu penasaran sama uefa champions league, beberapa kali tampil di klub
papan atas, mereka gagal dan dianggap sial sama event itu. tapi, ketika
mereka pindah di tengah musim (mori ke pool dan ronnie ke milan) yang
artinya mereka gak berhak main di klub baru dalam champions league, klub
baru mereka naik podium. mori emang sempet ikut di podium champions
league bareng gerrard and the reds, tapi dalam catatan kariernya dia
dianggap tak berkontribusi pada gelar tersebut. padahal teman setim
tentu terbantu dengan kehadiran mereka, walau dari bangku penonton
(sedih).
ZINADINE ZIDANE, siapa yang gak kagum sama doi. semua gelar
udah dia dapet, tapi... event penutup kariernya dikecam banyak orang.
tandukan di dada materazzi tentu jadi nila setitik akan perestasinya
yang bak susu sebelanga, sayang yah closing event-nya sang legenda.
tapi udahlah, bagian dari drama yang indah aja (indah di sini artinya penuh warna dan gejolak emosi).
ke depan, entah drama miris apalagi yang tersaji.
selamat siang!
Friday, 30 April 2010 at 14:34
Tidak ada komentar:
Posting Komentar