Malam tadi kala melayangkan pandang ke sisi jalan kulihat puing-puing
bangunan dari sebuah lokasi yang selama ini kupikir masih berupa sawah.
Rupanya semua sudah banyak berubah, bahkan ternyata sudah pernah
dibangun dan kini telah dihancurkan kembali.
Teringat aku akan
beberapa pekan silam, saat di perpus sekolah kutemukan sebuah komik lama
yang membawaku melayang pada masa silam. Masa-masa kecil yang senang
dengan pelbagai warna-warni yang menghiasi.
Rupanya semua pikir
tentang masa silam begitu menyenangkan. Entah karena hati ini sedang
tenang atau memang masa laluku gilang-gemilang, tapi rasanya apresiasi
yang tersaji di hati hanya senang-senang-senang.
Rasanya ingin
kembali ke masa itu. Masa-masa puing yang kulihat itu masih berupa sawah
tempat dulu mencari sarang burung dan kecebong, saat-saat komik itu
mengisi pola pikir tuk diimitasi, dan waktu-waktu semuanya nyaman dan
tenteram dalam kepak sayap orangtua....
Sesungguhnya saat ini pun
suasana tak jauh berubah. Naungan orangtua masih menjaga, tokoh fiksi
dari komik masih jadi idola, pun puing-puing itu tak menggetarkan hati
pula.... Tapi, entah kenapa nyaman rasanya berada pada ketika itu.
Coba
lagi kuselami masanya.... Ingat aku akan kelamnya masa, khawatir pada
waktu, dan masalah saat-saat lalu.... Tapi, kenapa rasanya masih tetap
indah masa itu yang terkenang dan menyamankan, kenapa bukan penyesalan
yang harus diurai, padahal masa, waktu, dan saatnya tetap kuyakini
seimbang pada sisi baik dan buruk bak dua sisi uang logam?
Gampang,
karena masa itu sudah berlalu, dan dalam masa itu rasanya ada kemenangan
yang membuat bertahan hingga hari ini. Kesulitan dan kesukaan terus
tersaji dalam hidup di setiap masa, waktu, dan saat. Hanya saja saat
yang lalu sudah terlewati dengan tetap bertahan, dan itu membuat diri
yang "kini" merasa bangga dengan itu semua yang jadikan hati tenang.
Akan
saat ini? Mungkin ada gundah, takut, atau keraguan, tak apa..., kelak
saat terlewati dan kembali kita longok dalam saat kita yang "nanti",
semua akan jadi bunga indah tuk dinikmati. Tenggelam aku akan masa
indah, biarlah....
blubug... blubug... blubug....
Saturday, 20 March 2010 at 12:18
Tidak ada komentar:
Posting Komentar